Pembangunan Pagar SDN Balenrejo Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Konsultan Terkesan Tutup Mata 

admin
Img 20251118 wa0128 copy 600x450

Bojonegoro – Pembangunan pagar Sekolah Dasar (SD) Negeri Balenrejo No.084 Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Mulai Mendapat Sorotan Tajam dari Kalangan Masyarakat dan Awak Media. Selasa, 18 /11/2025.

Pembangunan yang bersumber Dari Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (T.A) 2025 Yang di kerjakan Oleh CV. ABI PUTRA Dengan Nilai Pagu Anggaran Sebesar 399.546.345,92 dan di awasi oleh Konsultan Pengawas, CV, ALVIN CONSULTANT tersebut sangat disayangkan, pasalnya, pembangunan Pagar terkesan di kerjakan asal-asalan dan diduga tidak sesuai dengan teknik spesifikasi khusus.

Berdasarkan Pantauan Kerja dilapangan banyak ditemukan kejanggalan seperti pemasangan besi kolom gapura yang berjumlah 4 kolom terlihat ada perbedaan di antara besinya, sementara yang dua kolom mengunakan besi diameter 12 MM dan dua kolom lagi mengunakan besi diameter 10 MM ini jadi tanda tanya, selain itu, untuk pekerjaan slup  baru di taruh di atas pondasi slup lama.

Dari temuan tersebut, ada juga kejanggalan untuk jarak behel slup tidak beraturan dengan jarak 20 CM sampai 25  CM, hal ini sangatlah tidak memenuhi syarat standar kekuatan dan ketahanan bangunan.

Img 20251118 wa0123 copy 1278x959

“Kemana saja konsultan pengawas dan dinas pendidikan kabupaten Bojonegoro, mereka di gaji untuk berkerja bukan untuk ngopi di warung.”

Img 20251118 191618 copy 674x505

Hal ini Tentunya Menjadi sorotan tajam dikalangan Masyarakat dan para Awak media karna ikut Merasa kecewa dan merasa kawatir melihat kualitas pembangunan pagar tersebut tidak akan bertahan lama dan cepat rusak dalam waktu singkat akibat kurangnya pengawasan dari Dinas Pendidikan(Disdik) Kabupaten Bojonegoro.

Pihak Pelaksana/kontraktor nakal bekerja semaunya sehingga banyak menimbulkan kekecewaan dikalangan Masyarakat dikarenakan pembangunan yang kurang berkualitas.

Tidak hanya itu, investigasi awak media juga menemukan dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai RAB, seperti besi 12 MM, saat di lakukan pengecekan menggunakan alat ukur sketmat hanya muncul diameter 11,2 MM dan besi 10 MM hanya 8,7 MM.

Salah satu pekerja saat di mintai prihal kejanggalan tersebut, kami tidak tahu mas kami tingal memasang.

” Kami tinggal memasang karena material sudah di rangkai di gudang kami tingal pasang dan tidak ikut merangkainya,” ucap salah satu pekerja.

Masyarakat berharap Kepada Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kabupaten Bojonegoro Untuk Turun Ke lapangan dan Audit seluruh Pembangunan di lingkup Dinas pendidikan.

Hingga Berita Ini diterbitkan belum Ada keterangan Resmi dari Dinas terkait maupun pihak kontraktor. ( Red )

Tinggalkan Balasan