BOJONEGORO, – Proyek pembangunan Cor Beton Tembok Penahan Tebing (TPT) dan pelebaran jalan yang berlokasi di Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro tidak diketahui oleh publik dan di duga pengunaan material besi yang tidak sesuai spesifikasi teknik.
pasalnya, tanpa adanya papan informasi proyek, dan pengunaan material besi, hal ini membuat masyarakat setempat tidak mengetahui secara pasti pihak mana yang mengerjakan. Sabtu, 26/7/2025.
Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.
Selain itu, di lokasi proyek juga di temukan beberapa kejanggalan pada penggunaan material besi, yang di duga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik.
Dari hasil investigasi awak media di lokasi, terlihat jelas pengunaan pada material besi yang tertera logo PRJ P 12 MM yang di gunakan untuk pekerjaan proyek TPT tersebut.
Namun pada kenyataannya, proyek lebaran jembatan dan TPT yang sudah berjalan hampir satu minggu ini, dalam penggunaan material besi, diduga tidak sesuai spesifikasi standar SNI dan tidak sesuai RAB, itu terlihat saat awak media mengecek mengunakan alat ukur sked match material besi yang di gunakan terlihat jelas mengunakan diameter 12 mm hanya muncul diameter 10,7 MM, ini tentunya menjadi pertanyaan publik.
Minimnya informasi dan seolah- olah tertutup menimbulkan asumsi proyek TPT tersebut banyak indikasi kecurangan, awak media juga tidak menjumpai konsultan pengawas di lokasi.
Dengan adanya perihal tersebut, publik meminta untuk Dinas terkait untuk turun kelapangan dan mengevaluasi pekerjaan TPT yang berada di Desa Bulu Kecamatan Balen ini.
Sampai berita ini di publikasikan, awak media masih mencoba konfirmasi pihak Dinas terkait dan mencari informasi pihak rekanan maupun pengawas proyek. (Red).












