Bojonegoro, – Pile Cap Proyek Tembok Penahan Tanah (TPT), di Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ditemukan tertanam dalam lumpur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan besar masyarakat terhadap SOP teknik dan fungsi pengawas konsultan.
Dinas terkait diharapkan bisa tegas untuk mengevaluasi proyek TPT yang berada di Desa Sumuragung tersebut yang di biayai dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 atau yang sering di sebut uang pajak masyarakat.
Dari pantauan awak media newssatumemit.com di lokasi pada Sabtu, 23/8/2025 terlihat pemandangan yang memprihatinkan. Pemasangan besi pile cap yang bercampur lumpur di biarkan tanpa ada teguran dari pihak konsultan pengawas selaku yang bertanggung jawab di lapangan.

Selain itu juga di temukan beberapa pengunaan material besi yang di duga tidak sesuai Spesifikasi. Seperti yang terlihat dari logo yang di gunakan terlihat besi 12 MM saat di cek mengunakan alat Sketmat hanya tertera 11, 4 MM dan 10, 4 MM , Ironisnya di lokasi perkerjaan belum di lengkapi papan informasi publik.
Salah satu Kepala tukang saat di konfirmasi perihal pekerjaan tersebut hanya diam cuek, dan meninggalkan awak media begitu saja tanpa ada tanggapan.
Dari beberapa temuan, awak media mencoba meminta konfirmasi peda David selaku pengawas konsultan melalui saluran WA pribadinya, dirinya menyampaikan akan dilakukan pengecekan kembali dilapangan.
Terimakasih info yang diberikan, akan saya cek juga nggih ( ya )
Kebetulan ini baru sampai besinya dilokasi pekerjaan.Kami kabari lagi nggih setelah kami cek nanti
Disampaikan Matursuwun terimakasih ” tuturnya, Pada (16/8/25) .
Karena terlihat belum ada tindakan yang serius pada tangan (23/8 09.59 ) awak media news satu menit, mengkonfirmasi kembali kepada David selaku Pengawas Konsultan , Namun lagi- lagi jawabannya juga sama.
Terimakasih pak info yang diberikan,nanti untuk diberitahu mana saja yang kurang sesuai” jawabnya.
Terkait pile cap yang tertanam lumpur David saat di konfirmasi menyampaikan, “Nggih pak mangke dilihat sama sama pripun kersane sae.” ( Red Jawa)
Ya pak nanti kita lihat sama sama bagaimana baiknya” Balas David.
Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro, yang bertanggung jawab atas pemeliharaan infrastruktur, hingga saat ini belum memberikan pernyataan atau tindakan jelas terkait kondisi ini.
Masyarakat sekitar menyayangkan sikap “membisu” Dinas terkait dalam menanggapi masalah ini.
( Red )












