BOJONEGORO – Minimnya pengawasan dari pihak konsultan pengawas, selaku pengawasan Pekerjaan proyek Tebing Penahan Tanah ( TPT) di Poros Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro nampak di kerjakan terkesan asal asalan dan menyalahi teknik gambar yang sudah di tentukan dan terlihat amburadul.
Konsultan pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan proyek konstruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi, waktu, dan anggaran yang telah ditetapkan.
Namun, praktik di lapangan menunjukkan berbeda, berbagai keluhan masyarakat konsultan pengawas jarang ada di lokasi proyek. Rabu, 24/9/2025.
Media ini mendapat informasi dari warga setempat, yang mengatakan untuk turun kelokasi guna melihat pekerjaan TPT yang berada di jalan raya Kesongo – Kedungadem tepatnya di desa Sidorejo Kecamatan Kedungadem kabupaten Bojonegoro.
“Ini mas pekerjaannya kemarin ada pile cap yang masih tergenang air dan tanah ( lumpur),ditambah lagi pekerjaannya kurang rapi. Sekarang sudah di tutupi dengan cor beton , coba lihat apa itu sudah sesuai teknik yang di tertera di dalam gambar,”ujar narasumber ketika media ini di lokasi.
Sementara itu, pengawas dari pihak konsultan juga tidak pernah nampak di proyek ini.
“Kami selaku masyarakat setempat juga ingin mengetahui siapa kontraktornya. siapa pengawas konsultannya, sampai saat ini saya belum tau, dan juga belum nampak ada pengawas dari pihak Dinas atau dari pihak Konsultannya,” terangnya lagi.
Selain itu, narasumber ini juga berharap kepada pihak penegak hukum dan Dinas terkait agar bisa turun ke lokasi untuk mengecek Pekerjaan TPT di Sidorejo.
“Saya ingin ada pihak penegak hukum yang turun dan mengaudit pekerjaan ini, masak dana sebesar itu bangunannya di bangun amburadul seperti ini,” tandasnya.
Di lain tempat, melalui saluran WA pribadinya pengawas proyek TPT saat di konfirmasi perihal adanya pekerjaan pile cap yang bercampur lumpur, pihaknya hanya ingin menjelaskan saat bertemu. Ketmu dilokasi aja pak, ketemu sama pengawasnya.
Iya, dijelaskanya dilokasi aja pak”balasnya.
Dengan adanya pekerjaan yang dilakukan, masyarakat berharap agar pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Dinas terkait untuk bisa mengevaluasi dan mengambil tindakan tegas. ( Tim/red)












