Bojonegoro – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada Rabu (15/4/2026) di Ruang Komisi B DPRD Bojonegoro. Rapat tersebut membahas perkembangan pembangunan, tata kelola, serta peran KDMP dalam mendukung perekonomian daerah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Bojonegoro tanggal 27 Maret 2026 tentang jadwal kegiatan bulan April. Dimulai pukul 09.00 WIB, rapat dihadiri oleh anggota DPRD, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kodim Bojonegoro, pengurus koperasi, serta para kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI).
Sejumlah anggota DPRD turut hadir, di antaranya Sigit Kushariyanto, Lasuri selaku pimpinan rapat, Sally Atya Sasmi, Nafi Sahal, Siti Fatimah, dan Hadi Winarto. Rapat dibuka oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, yang menyampaikan harapannya agar Program Strategis Nasional (PSN) KDMP berjalan optimal dan mencapai target maksimal.
“Kami berharap program ini dapat terealisasi 100 persen. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, seperti koperasi yang telah selesai dibangun tetapi belum beroperasi akibat persoalan pengurukan lahan,” ujar Lasuri.
Ia juga menyoroti penggunaan lahan yang masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang tidak diperkenankan untuk pembangunan, sehingga membutuhkan kejelasan dari pihak terkait.
Komandan Kodim Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., menjelaskan bahwa KDMP merupakan program nasional yang direncanakan diluncurkan secara resmi oleh Presiden pada 17 Agustus 2026. Menurutnya, pembangunan KDMP di Bojonegoro menunjukkan progres yang signifikan secara nasional. Fasilitas yang tersedia meliputi klinik, gerai usaha, simpan pinjam, dan distribusi pupuk guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Kodim bertugas dalam pembangunan fisik, sementara operasional masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kendaraan operasional yang disalurkan beberapa waktu lalu tidak diperkenankan untuk diubah karena bersifat by name by address.
Perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa program KDMP merupakan kebijakan nasional sejak April 2025. Hingga saat ini, sebanyak 430 koperasi telah berbadan hukum dan memiliki NPWP, dengan 363 unit telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Sebanyak 90 unit telah terbangun 100 persen. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendamping desa dan bimbingan teknis untuk mendukung operasional KDMP,” jelasnya. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi, antara lain keterbatasan permodalan, ketersediaan lahan, serta kuota pupuk bersubsidi yang telah terpenuhi.
Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro, Sudawam, menegaskan bahwa program nasional harus dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Ia meminta kejelasan terkait penggunaan dana desa, pengelolaan aset, hingga perizinan pembangunan. “Jika pengurukan menggunakan dana desa, kami siap, asalkan aturan dan dasar hukumnya jelas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi KDMP Bojonegoro, Sugianto, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran perwakilan Agrinas secara langsung dalam rapat tersebut. Menurutnya, kehadiran pihak Agrinas sangat penting karena akan berperan dalam pengelolaan KDMP di masa mendatang. “Kami berharap dapat difasilitasi pertemuan dengan Agrinas sebelum koperasi ini beroperasi,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi. Selain itu, DPRD juga mendorong peningkatan pengawasan dan evaluasi agar KDMP memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Rapat yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut ditutup dengan sejumlah catatan serta rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Kegiatan ini menegaskan komitmen DPRD Bojonegoro dalam menjalankan fungsi pengawasan serta mendukung penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih. (Red)












