Berita  

Kebut Proyek Irigasi Pacal, Layanan Air Dihentikan, Petani di Bojonegoro Meradang 

admin
Img 20251127 211031 copy 959x789

Bojonegoro, – Pelayanan air dari Bendungan Pacal, Sungai Klepek di Bojonegoro dihentikan total hingga bulan Desember mendatang, petani di wilayah Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo dan Desa Penganten Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro hanya bisa pasrah mengandalkan air hujan. Kamis, 27/11/2025.

Penutupan ini dilakukan di karenakan untuk kelancaran percepatan proyek pembangunan perbaikan infrastruktur sungai di aliran sungai pacal.

Akibatnya, para petani di sekitar sungai kini hanya bisa mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah saat musim tanam kali ini.

“Kami sangat berharap hujan segera datang. Kalau tidak, kami tidak bisa tanam dan wineh ( bibit padi ) akang mati dan mengering” ujar, salah seorang petani desa ngampal yang terdampak penutupan bendungan.

Menanggapi situasi ini, sejumlah petani berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera turun tangan. “Kami butuh solusi dari pemerintah. Mungkin bisa di buat  sistem buka tutup seperti pada musim gadu ( MT 3 ) musim lalu. “Proyek kudune yo Air buka tutop, Dadine proyek iso jalan. Petani yo iso tanem, ( Jawa red )

“Proyek ini harus terbuka dan tertutup. Agar proyek ini bisa berjalan. Petani bisa menanam,” Saut petani lainya. Kalau di tutup total kita kesulitan untuk tanam.

Sementara itu, salah satu pihak juru air wilayah pacal pak Budi saat di konfirmasi menyampaikan, sudah ada kesepakatan sama 10 Gabungan HIPPA.

“Maaf kemarin sudah buat pernyataan bersama 10 Gabungan HIPPA bahwa tidak ada pelayanan air dari bendung klepek sampai akhir desember 2025” ucap pak Budi juru air.

Di sisi lain pihak UPT PSDA BBWS di Bojonegoro Suhail Ilmi Muhadi saat di konfirmasi media ini menyampaikan,’ Saat ini memang di sistem DI pacal tepatnya di intake bendung klepek kanan sedang ada rehabilitasi jaringan irigasi tahap I dan tahap II yang membutuhkan penutupan pintu intake agar pekerjaan berjalan dengan lancar.ucapnya.

Ia menjelaskan, Dari awal pekerjaan dimulai yaitu di 24 april untuk tahap I dan 3 juni untuk tahap II, kami sudah memberlakukan sistem buka tutup pintu,dimana terdapat 7 hari pengaliran dan 12 hari pengeringan yang kita tuangkan pada berita acara di tgl 23 Juli 2025 yang dihadiri oleh berbagai stakeholder sampai dengan petani, namun dari keberjalanan itu pekerjaan kami mengalami keterlambatan yang begitu besar dikarenakan debit air yang tinggi, sehingga pada tgl 23 oktober kami melakukan negosiasi dgn petani kembali dan terjadi kesepakatan yaitu penutupan pintu intake bendung klepek kanan sampai dengan tgl 31 desember 2025 dan sudah disepakati bertanda tangan materai. Jelasnya.

Harapannya degan kesepakatan tersebut pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan DI pacal bisa mengalirkan air degan lancar sampai ke hilir. Pungkasnya.

Dengan adanya keluhan masyarakat ini Pemerintah kabupaten Bojonegoro di harapkan bisa membantu memberikan solusi permasalahan pada petani saat memasuki masa tanam.( Red )

Tinggalkan Balasan