BOJONEGORO, -Jaringan irigasi sungai dibawah naungan UPT Pengelolaan Sumberdaya Air WS Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami kerusakan parah perlu ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro maupun Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Kerusakan pada saluran irigasi sungai saluran sekunder tepatnya di wilayah Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Irigasi yang rusak dapat menyebabkan penurunan produksi pertanian, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi ketersediaan pangan di masyarakat.
Seperti yang di sampaikan oleh salah satu petani Suheri, Kerusakan pada saluran irigasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya perawatan, penggunaan bahan yang tidak sesuai, dan perubahan lingkungan” Ucapnya pada Minggu,27/7/2025.

Lanjut suheri dampak dari kerusakan irigasi ini bisa mempengaruhi produksi para petani. Kerusakan irigasi dapat menyebabkan penurunan produksi pertanian, yang dapat mempengaruhi ketersediaan pangan di masyarakat, petani juga bisa kehilangan pendapatan dan penurunan produksi pertanian yang dapat mempengaruhi kesejahteraan petani.
Ia juga berpendapat kerusakan pada saluran irigasi sungai yang tidak cepat di tangani juga bisa mengancam ketahanan pangan, apalagi sekarang ini presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencanangkan program gerakan ketahanan pangan nasional dari hulu sampai hilir.
“Kerusakan irigasi dapat mengancam ketahanan pangan nasional, terutama jika produksi pertanian tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat” Pungkasnya.
Dengan demikian di harapkan pada pihak terkait untuk segera mengambil langkah perbaikan irigasi saluran sungai yang rusak, irigasi sungai sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. ( Red )












