BOJONEGORO – Kesiapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, ditinjau langsung Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantoro, Selasa (12/5/2026).
Peninjauan ini menjadi tahap finalisasi menjelang peluncuran nasional 1.061 gerai KDKMP pada 16 Mei 2026. Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, sebanyak 85 titik gerai KDKMP dipastikan siap beroperasi melayani warga.
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., mengatakan peninjauan langsung oleh Wakil Panglima TNI dan Menteri Koperasi RI merupakan langkah memastikan kesiapan sarana dan prasarana KDKMP.
“Pengecekan hari ini untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana KDKMP menjelang launching operasional 1.061 titik gerai koperasi desa pada 16 Mei 2026. Salah satunya, 85 titik gerai KDKMP ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Ia menegaskan, 85 gerai KDKMP di Bojonegoro akan langsung aktif setelah diresmikan. Pada tahap awal, gerai akan fokus pada bisnis retail swalayan. Unit usaha lain seperti distribusi pupuk hingga layanan simpan pinjam akan menyusul untuk menggerakkan ekonomi warga.
“85 KDKMP ini nantinya langsung operasional melaksanakan bisnis jual beli, khususnya gerai mini market. Harapannya, tanggal 16 Mei 2026 semuanya sudah siap operasional,” tambah Letkol Inf Dedy.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengapresiasi progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro yang dinilai menunjukkan kesiapan signifikan. Ia menekankan pentingnya memastikan operasional di lapangan agar tidak ada kendala distribusi maupun teknis saat peluncuran.
“Orientasi kita adalah memastikan tidak ada kendala teknis saat operasional. Jika ada kendala distribusi, misalnya dari Bulog, kami akan bantu dorong dari pusat agar sinergi antara pelaksana di bawah dan kebijakan di atas berjalan selaras,” ujarnya.
Tandyo menambahkan, selama tiga tahun ke depan KDKMP akan menggunakan sistem manajemen komando untuk menjaga stabilitas bisnis sebelum dikelola mandiri. Ia juga mengapresiasi inovasi pengolahan sampah, namun mengingatkan lokasi pengolahan harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru.
Setiap unit KDKMP akan dikelola 18 personel, terdiri dari 1 manajer, 4 tenaga ahli pangan, dan 13 personel lokal yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui Asosiasi KDKMP.
“KDKMP ini akan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, rumah bagi produk UMKM desa, sekaligus penghubung ekonomi desa dengan pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce,” kata Tandyo.
Selain peninjauan, kunjungan kerja juga diisi paparan strategis oleh tiga Komandan Kodim di wilayah perbatasan Jatim-Jateng, yakni Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, dan Dandim 0721 Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, S.Sos.
Ketiga Dandim memaparkan kondisi teritorial, situasi keamanan wilayah, hingga koordinasi antar daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung program pembangunan.
Kunjungan kerja Wakil Panglima TNI dan Menteri Koperasi RI ini juga menjadi bagian penguatan sinergitas pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam mendukung program KDKMP yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P.,M.Si. Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S.Hub., Int., Dandim jajaran Korem 082/CPYJ, Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, S.Sos., Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP.,M.Si., Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro Cok Gede PG, S.H., M.H., Forkopimcam Kapas, Kepala Desa Ngampel, serta jajaran pejabat TNI dan Kementerian Koperasi RI. (red)












