Bojonegoro Luncurkan Desa Sehat JKN di Desa Pesen, Bayar Iuran BPJS Bisa di Koprasi Desa

admin
IMG 20260512 WA0010

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat layanan kesehatan berbasis desa. Bersama BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro, Pemkab resmi meluncurkan program Desa Sehat JKN sekaligus penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Senin (11/5/2026).

Program ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta memperkuat pelayanan terpadu di tingkat desa.

Peluncuran berlangsung di Balai Desa Pesen dan dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Wahyu Gianto, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Deddy Dwi Wijayanto, jajaran Forkopimda, Dinas Kesehatan, Bank BNI, kepala desa, dan pimpinan fasilitas kesehatan.

Selain peluncuran Desa Sehat JKN, kegiatan diramaikan dengan pembukaan – payment point – iuran JKN di KDMP, pembentukan Klub Prolanis Muda, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga senam sehat bersama warga.

Bupati Setyo Wahono menyebut Desa Pesen dipilih sebagai salah satu – pilot project – Desa Sehat JKN di Bojonegoro. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Harapannya masyarakat rutin cek kesehatan gratis sehingga penyakit kronis dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani,” ujar Wahono.

Ia menekankan pentingnya kemudahan pelayanan JKN di era digital. “Pelayanan JKN harus mudah dan tidak ribet. Teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Program ini juga menjadi momentum penguatan sinergi dengan Bank BNI dalam mendukung digitalisasi KDMP. Ke depan, KDMP diharapkan menjadi pusat layanan desa, mulai dari pembayaran iuran JKN, layanan kesehatan dasar, hingga penguatan ekonomi warga.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Deddy Dwi Wijayanto berharap fasilitas klinik kesehatan di KDMP dimanfaatkan optimal. “Kami berharap pelayanan kesehatan tingkat desa benar-benar berjalan maksimal,” ujarnya.

Deddy menambahkan, pembangunan KDMP merupakan upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan pelayanan masyarakat secara kolaboratif. “Kami berharap seluruh KDMP nantinya dapat beroperasi maksimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Wahyu Gianto menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat.

Ia mengungkapkan, banyak anak muda mulai terserang penyakit kronis sehingga perlu pencegahan dini melalui – screening – rutin dan pola hidup sehat. “Hari ini kita -launching – pembayaran iuran JKN di koperasi dan juga Prolanis Muda. Pencegahan penyakit kronis harus dimulai sejak usia muda,” jelasnya.

Menurut Wahyu, program Desa Sehat JKN tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat. “Kami ingin seluruh masyarakat Bojonegoro sehat. Indonesia Emas 2045 dimulai dari masyarakat yang sehat,” pungkasnya.

Melalui sinergi Pemkab, BPJS Kesehatan, Kodim 0813, faskes, perbankan, dan masyarakat, program Desa Sehat JKN diharapkan menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas hingga pelosok desa. (Red)

Tinggalkan Balasan