Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah krusial guna mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Sensus yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini bertujuan untuk mendata seluruh pelaku usaha di Indonesia, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah yang tercakup dalam cakupan pendataan nasional tersebut.
Bupati Wahono menegaskan bahwa data yang dihimpun melalui sensus memiliki peran strategis yang tidak dapat diabaikan. Informasi yang terkumpul akan menjadi dasar utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan, menyusun perencanaan pembangunan, hingga menetapkan program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil yang ada di masyarakat Bojonegoro.
“Keakuratan data sangat menentukan arah pembangunan ke depan. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan sensus ini,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen pelaku usaha, baik pedagang kecil, pelaku UMKM, petani, nelayan, maupun pengusaha di berbagai sektor, untuk bersikap kooperatif saat proses pendataan berlangsung. Masyarakat diminta untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang jujur dan akurat agar data yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain pelaku usaha, dukungan juga diharapkan datang dari jajaran pemerintah di tingkat bawah. Camat, kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat diminta untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan sensus di wilayah masing-masing, baik melalui sosialisasi maupun pendampingan di lapangan.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan akan dilaksanakan pada periode 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Momen ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk memperkuat fondasi perekonomian daerah.
Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, Bupati Wahono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama demi mewujudkan Bojonegoro yang lebih maju, makmur, dan membanggakan.
“Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya tugas pemerintah, melainkan upaya bersama untuk mencatat potensi dan membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.












