BOJONEGORO, – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya mendukung sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), bantuan bibit tembakau berkualitas kini disalurkan dengan mekanisme pengajuan yang lebih sederhana, praktis, dan tepat sasaran.
Petani cukup mengajukan permohonan secara kolektif melalui kelembagaan tani resmi seperti Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kebijakan ini dibuat agar petani tidak kesulitan mengakses bantuan.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Sub Koordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menjelaskan persyaratan pengajuan relatif mudah. “Kelompok tani cukup mengajukan surat permohonan resmi yang ditandatangani ketua kelompok atau Gapoktan. Selanjutnya dilampiri fotokopi KTP anggota yang akan melakukan penyemaian atau pembuatan bedengan bibit,” terang Bambang, Minggu, 8/6/2026
Menurut Bambang, data identitas tersebut penting sebagai dasar penyusunan daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Dari data itulah jumlah penerima bantuan dan luasan lahan yang akan ditanami tembakau dapat diketahui.
Bambang menegaskan kesesuaian jumlah dokumen dengan jumlah petani terdaftar wajib diperhatikan. “Jika dalam daftar CPCL terdapat 15 petani yang akan melakukan pembibitan, maka jumlah fotokopi KTP yang dilampirkan juga harus sebanyak 15 orang,” ujarnya.
Setelah penyemaian selesai dan bibit siap tanam, hasil bedengan dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh anggota kelompok tani yang terdaftar dalam usulan bantuan.
Melalui pola berbasis kelembagaan ini, DKPP Bojonegoro berharap proses pendataan, verifikasi, hingga distribusi bantuan berjalan lebih tertib dan efisien. Bantuan juga diharapkan diterima merata oleh petani yang benar-benar membutuhkan.
Program ini ditargetkan mempercepat penyerapan bantuan di lapangan dan mendukung optimalisasi musim tanam tembakau di Bojonegoro. Dengan bibit berkualitas dan distribusi tepat sasaran, produktivitas tembakau diharapkan meningkat sehingga hasil panen petani lebih melimpah dan berdaya saing.(Red)












