Alun-Alun Bojonegoro Direnovasi Rp28 Miliar, Pohon Rindang Tetap Dipertahankan

admin
IMG 20260725 WA0037

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Pemkab Bojonegoro resmi memulai proyek revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro. Proyek ini bagian dari upaya mempercantik wajah pusat kota sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.

Meski akan mengalami penataan besar-besaran, pepohonan rindang yang selama ini menjadi ikon sekaligus paru-paru kota dipastikan tetap dipertahankan.

Tahapan awal proyek mulai terlihat di lapangan. Area sisi utara Alun-Alun Bojonegoro kini telah dipasangi pagar pembatas sementara sebagai tanda dimulainya pekerjaan konstruksi. Pemasangan pagar juga bertujuan mensterilkan kawasan demi menjaga keamanan pekerja maupun masyarakat.

Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro merupakan salah satu Proyek Strategis Kabupaten Tahun 2026 yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026 tertanggal 12 Maret 2026. Untuk merealisasikan penataan kawasan tersebut, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya DPKPCK Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menegaskan revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan fungsi ekologis kawasan.

“Pohonnya tetap dipertahankan,” tegas Satito, Jumat 24 Juli 2026.

Menurutnya, konsep revitalisasi tidak hanya berorientasi pada keindahan visual, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Pepohonan yang telah tumbuh puluhan tahun tetap menjadi bagian penting sebagai ruang terbuka hijau sekaligus peneduh alami bagi masyarakat.

Lebih jauh, penataan Alun-Alun Bojonegoro juga memperhatikan nilai sejarah. Sejak dahulu, alun-alun menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan yang berdampingan dengan Masjid Agung Darussalam serta Pasar Kota Bojonegoro.

Ketiga kawasan tersebut memiliki keterkaitan historis yang kuat sehingga revitalisasi dirancang untuk tetap mempertahankan identitas dan karakter kota, tanpa menghilangkan nilai budaya yang telah menjadi bagian perjalanan Bojonegoro.

Dengan konsep tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap wajah baru Alun-Alun Bojonegoro mampu menghadirkan ruang publik yang lebih modern, estetik, ramah anak, nyaman bagi seluruh kalangan, sekaligus menjadi tempat berkumpul yang mendorong interaksi sosial.

Revitalisasi ini juga diharapkan memperkuat posisi Alun-Alun Bojonegoro sebagai landmark kebanggaan daerah yang tidak hanya menarik dari sisi visual, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, budaya dan kehidupan sosial warga Bojonegoro. (Red)

Tinggalkan Balasan