Naskah Kuno Bojonegoro Terancam Rusak. Dinas Perpus Ajak Warga Lestarikan Lewat Pendataan Mudah.

admin
IMG 20260414 WA0010

BOJONEGORO – Upaya pelestarian sejarah lokal terus digencarkan di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui program pendataan naskah kuno yang kini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Banyak naskah kuno peninggalan leluhur selama ini tersimpan di rumah warga Bojonegoro. Dokumen-dokumen tersebut menyimpan nilai sejarah yang tinggi, mulai dari catatan asal-usul desa, silsilah keluarga, primbon, hingga kitab tulisan tangan beraksara Arab atau Pegon. Namun, tanpa perawatan yang tepat, naskah-naskah ini berisiko rusak, hilang, bahkan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Menyadari hal tersebut, pemerintah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk ikut menjaga warisan budaya tersebut dengan cara yang mudah dan aman. Warga tidak perlu khawatir kehilangan naskah miliknya, karena seluruh proses pendataan dilakukan tanpa harus membawa dokumen ke kantor dinas. Naskah akan tetap berada di rumah pemiliknya.

Partisipasi masyarakat dalam program ini sangat sederhana. Warga yang memiliki naskah kuno cukup mengambil foto naskah yang dimiliki, kemudian mengisi formulir pendaftaran melalui KoboToolbox. Setelah itu, warga hanya perlu menunggu petugas menghubungi untuk proses lanjutan. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://sl1nk.com/daftarnaskahkunobjn.

Sebagai panduan, naskah kuno yang perlu didata memiliki beberapa ciri khas, yaitu ditulis tangan dan bukan hasil cetakan, menggunakan kertas lama berusia puluhan hingga ratusan tahun, merupakan catatan milik kiai atau leluhur, serta berisi sejarah desa, silsilah keluarga, atau primbon.

Masyarakat juga dihimbau tidak perlu cemas terkait proses pendataan ini. Naskah tidak akan dibawa ke kantor, pendataan hanya dilakukan melalui dokumentasi dan verifikasi di lokasi, dan petugas akan datang langsung jika diperlukan.

Program ini menjadi langkah penting untuk mendokumentasikan jejak sejarah lokal agar tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Gerakan ini bukan hanya sekadar pendataan, tetapi juga bentuk nyata menjaga identitas dan sejarah daerah. Dengan partisipasi warga, kekayaan budaya Bojonegoro diharapkan tetap hidup dan dikenang sepanjang masa.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kontak yang tersedia. (Red).

Tinggalkan Balasan