Hari Kartini 2026, Bupati Bojonegoro Tekankan “Berdaya Tanpa Perkawinan Anak”

admin
IMG 20260421 WA0012

BOJONEGORO – Suasana khidmat dan penuh semarak menyelimuti halaman Gedung Putih Kompleks Pemkab Bojonegoro, Selasa (21/4/2026). Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin langsung upacara pengibaran bendera yang memperingati empat momentum penting sekaligus.

Keempat peringatan tersebut meliputi Hari Kartini ke-147, HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta HUT ke-64 Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas).

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat. Para pria mengenakan batik khas “Obor Sewu”, sementara para wanita tampil anggun dalam balutan kebaya. Kehadiran personel Satpol PP, Linmas, dan Damkar dengan seragam dinas masing-masing semakin menambah kesan gagah dan bersatu.

Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh ASN perempuan. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus menjadi inspirasi dalam pembangunan daerah.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi yang telah ditunjukkan harus terus ditingkatkan melalui kepemimpinan dan inovasi,” tegas Bupati.

Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Berdaya Tanpa Perkawinan Anak” dengan subtema “Anak Berhak Bermimpi, Bukan Menikah Terlalu Dini.” Tema ini menjadi pengingat kuat bahwa masa depan generasi muda tidak ditentukan oleh pernikahan dini, melainkan oleh pendidikan dan wawasan yang luas.

Selain menyoroti peran perempuan, Bupati juga memberikan penghormatan kepada tiga pilar penjaga ketertiban. HUT ke-107 Damkar mengangkat tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, menegaskan peran mereka bukan hanya pemadam api, melainkan garda terdepan penyelamatan.

Sementara itu, HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas mengusung tema “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan.”

“Situasi kondusif yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari peran Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkap Wahono.

Di kesempatan tersebut, Bupati menitipkan empat pesan strategis. Pertama, perempuan memiliki potensi yang setara dan kesempatan harus terbuka luas tanpa diskriminasi. Kedua, Damkar harus terus meningkatkan kemampuan teknis menghadapi tantangan modern dan perubahan iklim.

Ketiga, penegakan Peraturan Daerah oleh Satpol PP harus tegas namun tetap humanis. Keempat, Satlinmas harus menjadi ujung tombak deteksi dini dan perlindungan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Mari bersama-sama memberikan rasa aman dan perlindungan demi terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Bupati Setyo Wahono. (Red ).

Tinggalkan Balasan