BOJONEGORO – Hari pertama kerja pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H dimulai dengan apel pagi yang digelar di halaman Gedung Putih, Rabu (25/3/2026). Acara yang dipimpin langsung Bupati Setyo Wahono menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri sekaligus mengajak seluruh jajarannya untuk memulai aktivitas kerja dengan semangat kebersamaan dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
“Selamat Idul Fitri, mari kita mulai kerja dengan kebersamaan dan perhatian pada lingkungan sekitar,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar ASN mampu memanfaatkan kekayaan daerah dengan bijak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, efisiensi penggunaan anggaran menjadi poin penting yang ditegaskan.
“Kegiatan yang tidak mendesak bisa dikurangi, tetapi pelayanan publik dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Menurut Bupati, dinamika global yang terus berkembang memengaruhi penyusunan kebijakan daerah. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta untuk cermat merencanakan setiap program agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Dinamika global mempengaruhi kebijakan. Semua perangkat daerah harus cermat merencanakan program yang bermanfaat,” katanya.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Potensi PAD perlu digali secara maksimal, sementara anggaran operasional digunakan dengan sebaik-baiknya dan secermat mungkin.
“Kesehatan dan semangat kerja ASN adalah modal utama agar pelayanan dan program lingkungan tetap berjalan optimal dan konsisten,” tambahnya.
Pada apel tersebut, isu sampah menjadi fokus utama pembicaraan. Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, camat, masyarakat, hingga kalangan swasta, untuk mendukung gerakan 3R yaitu Reduce (mengurangi sampah), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang) demi terciptanya lingkungan yang bersih dan lestari.
Selain itu, percepatan layanan perizinan juga ditegaskan. Semua permohonan dari masyarakat harus mendapatkan tanggapan yang cepat dan tegas. Kolaborasi lintas sektor juga dianggap penting, di mana sektor pertanian, kesehatan, dan pariwisata diharapkan dapat bekerja bersama dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan daerah. [Red]












