BOJONEGORO – Suasana haru bercampur rasa bangga menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana (S1) ke-40 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Universitas Bojonegoro (Unigoro), pada Rabu (15/4/2026). Sebanyak 163 wisudawan dan wisudawati resmi menyandang gelar sarjana, sekaligus bersiap melangkah menuju fase kehidupan dan pengabdian yang lebih luas.
Momen bersejarah ini kian bermakna dengan kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir secara langsung memberikan sambutan dan pesan-pesan strategis bagi para lulusan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, tidak hanya kepada para wisudawan yang telah berhasil menuntaskan pendidikan, tetapi juga kepada seluruh orang tua yang telah menjadi pilar utama keberhasilan pendidikan anak-anak mereka.
“Keberhasilan yang diraih hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan perjuangan yang tiada henti dari orang tua. Anak-anak muda adalah aset masa depan daerah dan bangsa yang harus terus dijaga, dibimbing, dan didukung sepenuhnya,” ujarnya di hadapan hadirin.
Ia kemudian mengingatkan bahwa lingkungan dunia kampus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat yang penuh dinamika dan persaingan. Oleh karena itu, para lulusan diminta untuk tidak terlena dengan capaian akademik yang telah diperoleh, melainkan segera beradaptasi dengan realitas yang ada di lapangan.
Berbagai tantangan berskala global saat ini telah berada di depan mata, mulai dari dinamika geopolitik internasional, pesatnya perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga ancaman perubahan iklim yang berdampak luas. Menurutnya, generasi muda harus mampu melihat dan membaca situasi tersebut sebagai peluang untuk berkarya, bukan sekadar hambatan yang harus dihindari.
“Perkembangan zaman tidak bisa dihentikan. Maka, kita harus mampu bergerak selaras dengan kemajuan tersebut dan menjadikannya sebagai sarana untuk menciptakan hal-hal yang bermanfaat,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus informasi yang tersebar melalui media sosial, Wabup juga menekankan pentingnya kecerdasan digital bagi para lulusan. Mereka dituntut untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, serta memiliki kemampuan memilah mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan, agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kerugian bersama.
Selain itu, tantangan keterbatasan lapangan kerja menjadi permasalahan nyata yang saat ini dihadapi oleh banyak lulusan perguruan tinggi. Wabup Nurul Azizah meminta agar para wisudawan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri maupun bagi orang lain melalui inovasi dan kreativitas yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, telah berkomitmen penuh untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan keterampilan yang digelar oleh dinas-dinas terkait. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para lulusan sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di daerah.
Dalam konteks lokal, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian serius, terutama dalam menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang diperkirakan akan terjadi. Para lulusan diharapkan mampu menghadirkan solusi-solusi inovatif, termasuk dalam pengembangan pola tanam yang adaptif dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan untuk mengatasi dampak perubahan iklim tersebut.
Menutup sambutannya, Wabup kembali mengingatkan agar para wisudawan senantiasa mengingat jasa orang tua dan tidak pernah berhenti menuntut ilmu sebagai bekal meraih kesuksesan yang hakiki.
“Jangan pernah lupakan jasa dan pengorbanan orang tua. Apa yang kita raih hari ini adalah buah dari doa dan pengorbanan mereka. Teruslah belajar dan berbuat baik kepada sesama,” pesannya.
Dengan bekal ilmu pengetahuan dan semangat pengabdian yang dimiliki, para lulusan Unigoro diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Bojonegoro ke depan.
(Prokopim/redaksi)












