Ragam  

Sapi Milik Lansia Sebatang Kara di Bojonegoro Mati Diduga LSD, Satu-Satunya Aset Lenyap

admin
IMG 20260608 WA0012 copy 312x416

BOJONEGORO, – Satu ekor sapi milik Badri (72), seorang lansia duda yang hidup sebatang kara, mati mendadak di Dusun Sambong RT 08 RW 03, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (7/6). Hewan ternak itu diduga terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal warga sebagai penyakit “lato-lato”.

Laporan kejadian disampaikan anggota Satgas DPW PROGIB Jawa Timur, Tiyono, kepada Kasatgas PROGIB Jawa Timur pada Senin (8/6). Menurut keterangan warga, sapi milik Badri menunjukkan gejala sakit selama 10 hari sebelum akhirnya mati. Ciri paling terlihat adalah munculnya benjolan-benjolan keras di seluruh permukaan kulit tubuhnya.

“Sapinya sempat sakit sekitar 10 hari. Kulitnya penuh benjolan seperti lato-lato, terus akhirnya mati Minggu kemarin,” ujar Tiyono.

Setelah mati, bangkai sapi segera dikubur secara layak di lokasi setempat dengan disaksikan warga. Masyarakat setempat berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bojonegoro segera turun ke lapangan untuk pemeriksaan dan langkah pencegahan. Penyakit LSD diketahui sangat menular dan berpotensi menyebar ke ternak warga lain.

Secara medis, LSD disebabkan virus dari famili Poxviridae. Penyakit ini menyerang sapi dan kerbau dengan ciri khas benjolan keras di sekujur tubuh hewan yang terinfeksi.

Kehilangan ternak ini jadi pukulan berat bagi Badri. Sebagai lansia yang hidup sendirian, sapi tersebut merupakan satu-satunya aset sekaligus sumber penghidupan yang diandalkannya. Ia tampak terpukul atas musibah yang menimpanya.

Selain penanganan teknis agar penyakit tidak menyebar, warga juga berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak terkait untuk meringankan beban Badri yang kini harus berjuang tanpa sumber penghasilan utama.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi. (Red)

Tinggalkan Balasan