Ragam  

Di Antara Tiga Calon, Hilangnya Kepercayaan Saat Warga Dipancing di Air Keruh

admin
IMG 20260607 080142 copy 642x339

foto, tiga calon Paw Wotan yang                                  akan di pilih warga.

Opini.

Bojonegoro, Minggu 7 Juni 2026 – Pemilihan Paw Wotan yang menghadirkan tiga calon seharusnya menjadi momen demokrasi yang memupuk harapan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: ketidakjelasan informasi, isu yang berputar tanpa kejelasan, dan praktik memancing di air keruh perlahan namun pasti mengikis kepercayaan warga.

Peribahasa “memancing ikan di air keruh” sangat tepat menggambarkan situasi saat ini. Ketika informasi tidak terbuka, rekam jejak calon diselimuti ketidakjelasan, dan janji disampaikan tanpa dasar yang nyata, suasana menjadi kabut. Di tengah ketiga nama yang bersaing, warga justru bingung: mana yang benar, mana yang rekayasa, dan mana yang sungguh-sungguh mengutamakan kepentingan bersama?

Kebingungan ini perlahan berubah menjadi keraguan, lalu berujung pada hilangnya kepercayaan. Warga mulai bertanya: apakah mereka yang maju benar-benar ingin mengabdi, atau hanya memanfaatkan situasi yang tidak terang untuk meraih posisi? Ketika tidak ada ruang untuk membandingkan visi secara objektif, ketika isu negatif lebih banyak didengar daripada rencana kerja, maka keyakinan bahwa pemilihan ini akan menghasilkan pemimpin yang baik pun memudar.

Hilangnya kepercayaan bukan hal sepele. Ini membuat warga menjadi pasif, pesimis, bahkan apatis. Mereka merasa tidak punya pegangan yang jelas untuk memilih. Akibatnya, pilihan yang diambil bukan lagi berdasarkan pertimbangan matang, melainkan sekadar tebakan, pengaruh sesaat, atau bahkan keterpaksaan. Padahal, pemimpin yang lahir dari ketidakpercayaan akan sulit menjalankan amanah dengan baik.

Tiga calon Paw Wotan seharusnya justru menjadi solusi, bukan sumber keraguan. Namun selama masih ada upaya memanfaatkan ketidakjelasan, selama air tetap dibuat keruh agar ada yang diuntungkan, maka kepercayaan warga akan semakin sulit dipulihkan.

Membangun kepercayaan butuh waktu lama, namun menghancurkannya hanya butuh ketidakjujuran dan ketidakterbukaan. Sudah saatnya air dibuat jernih, tunjukkan rekam jejak yang nyata, sampaikan rencana yang jelas, dan hentikan praktik memancing di air keruh. Hanya dengan begitu, kepercayaan warga dapat dikembalikan, dan pilihan yang diambil nanti benar-benar menjadi milik rakyat. (Red)

Tinggalkan Balasan