admin
IMG 20260309 WA0087

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pemantauan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan umpan balik penerbitan rekomendasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar pada Senin (09/03/2026) di Ruang Angling Dharma.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyatakan bahwa jumlah SPPG di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang. Hingga saat ini tercatat terdapat 133 SPPG, dengan 123 di antaranya telah beroperasi, dua berstatus suspect, dan sembilan lainnya belum beroperasional.

“Jika melihat data tersebut, pelayanan sudah hampir menjangkau 80 persen sasaran,” ungkapnya. Nurul Azizah menekankan bahwa kualitas layanan dapur MBG harus terus dijaga dan ditingkatkan, mengingat program MBG menjadi perhatian publik sekaligus bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati melaporkan bahwa dari 133 SPPG yang ada, sebanyak 118 telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari jumlah tersebut, 80 SPPG telah terbit sertifikatnya, sementara empat lainnya telah direkomendasikan namun masih dalam proses penerbitan.

“Pertemuan ini bertujuan memberikan umpan balik hasil verifikasi lapangan agar segera dilakukan perbaikan,” jelasnya. Ninik menambahkan bahwa sebagian besar temuan pada SPPG yang belum memenuhi syarat berkaitan dengan sarana dan prasarana higiene sanitasi.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap seluruh SPPG dapat memenuhi standar higiene sanitasi yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman, dan berkualitas bagi para penerima manfaat. (Red)

Tinggalkan Balasan