Ragam  

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro Gelar Rakor Daerah, Membangun Sekolah unggulan Diminati Masyarakat

admin
Img 20250705 065733

BOJONEGORO ,- Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Dikdasmen dan PNF (Pendidikan Non formal) PDM Bojonegoro, disampaikan cara Membangun sekolah unggulan dan diminati masyarakat.

Rakorda yang dilaksanakan di gedung Dak’wah lantai II PDM Bojonegoro, sekaligus penyerahan Penghargaan Final Kabupaten Bojonegoro MEA Awars 2025, dilaksanakan pada hari Sabtu (4/72025).

Pada saat Rakorda, H. Yazid Mar’i M.Pd selaku Wakil ketua PDM Bojonegoro dan Koordiantor Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, dalam sambutannya mengatakan “Alhamdulillah, Majelis Dikdasmen dan PNF saat ini bisa melakukan Rakorda, yang sebelumnya pernah tertunda karena sesuatu hal, akhirnya Rakerda saat ini bisa ditunaikan.” katanya

“Perkembangan pendidikan ini trus berjalan dan tidak berhenti, tentu kita harus mengikuti perkembangan yang ada. Baru adanya Deep learning yang muncul itu sebagai sebuah pendekatan pembelajaran dan diharapkan menjadi solusi problem pendidikan saat ini. Anak mampu berkompetisi di luar seklolah Muhammadiyah. Kita tidak bersaing dengan sekolah Muhammadiyah atau sekolah Negeri, tetapi kita bersaing dengan perkembangan zaman.” Aturnya

“Ali Bin Abi Thalib mengatakan “Didiklah anakmu, karena anakmu diciptakan hidup bukan pada zaman mu”. Artinya proses pembelajaran, metode pembelajaran dan pendekatan ke anak tidak terpaku pada metode dulu, tetapi harus berorientasi kedepan.” Tuturnya

“Ada tiga hal yang perlu kita tangkap agar sekolah itu menjadi unggulan dan diminati. Pertama, Clear vision. Sekolah Muhammadiyah itu mau dibawa ke mana? Maka sekolah atau madrasah harus tau kurikulumnya, visi dan missinya.
Sehingga nanti akan terwujud madrasah unggulan. Maka perlu adanya koordinator antara Majelis, komite, guru dan wali murid. Sehingga akan terurai problem dan memunculkan solusi, sekolah Muhammadiyah mau dibawa ke mana”. Tandasnya

“Maka perlu adanya standar operasional penataan ( SOP) pada masing-masing tupoksi dari Kepala apa? Wakakur apa? Wakasis apa dll. Harus di breakdown. Maka visi n misinya harus jelas dan ada sosialisasi ke semua stekholder. Sehingga meccing dan bersinergi. Perlu adanya parenting juga, ini berfungsi sebagai penyampaian informasi dan perkembangan anak.” Paparnya

“Kedua, Core volue (nilai-nilai inti), sekolah tidak hanya sekolah asal jalan, tetapi harus diminati pasar. Hampir sekolah kita siswanya dari ihwanuna, maka kita harus bisa menekankan nilai inti. Ternyata sawah dan ladang milik kita bs diminati orang lain.

Tidak bisa sekolah Muhammadiyah itu di copy paste scara instan, tapi harus diinovasi dengan kebutuhan yang sesuai dengan keinginan bersama, maka perlu sinergi antara steackholder dengan sekolah dibwhnya. Bagimana MTs/SMP mau merawat SD/MI, biar nanti bisa nyambung ke sekolah MTs/SMP.
Harus adanya inovasi-inovasi yang bisa ditangkap dan menjebatani anak SD/MI ke MTs/SMP, Klo luar biasa akan dilirik dan diminati.” Paparnya

Ketiga, Sekolah kita harus clean dan grean, sekolah harus bersih dan rindang dg beberapa taman yang indah. Juga higienis atau menyehatkan, Juga bautiful atau cantik. Sekolah harus ramah anak, guru-gurunya harus menyambut anak-anak dengan ramah dan penuh perhatian seperti anak kita sndiri. Sehingga berangsur-angsur sekolah kita akan mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas. Harapan kami, pikiran-pikiran kita sesuai dengan takline sekolah Muhammadiyah yaitu “Kemajuan dan berkeadaban”. Puangkasnya

Kontributor Machmud Shofi

Tinggalkan Balasan