Berita  

Golkar Bojonegoro Lantik 700 Pengurus Kecamatan Dan 430 Desa, Setyo Wahono Dan DPD Jatim Yakin Raih 12 Kursi 2029

admin
IMG 20260913

BOJONEGORO – DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menyelesaikan Rapat Kerja Daerah Rakerda sekaligus mengukuhkan 700 pengurus Pimpinan Kecamatan PK di 28 kecamatan dan 430 pimpinan desa/kelurahan se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Dewarna, Sabtu 12/9/2026.

Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto yang akrab disapa Mas Pri mengatakan, rakerda dan pengukuhan PK ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi.

“Rakerda dan pengukuhan pimpinan kecamatan ini diikuti dan telah diselesaikan DPD Golkar Bojonegoro dengan total jumlah 700 orang pengurus di 28 kecamatan, serta 430 pimpinan desa/kelurahan,” terangnya.

Menurut Mas Pri, masing-masing kepengurusan desa idealnya diisi 15 orang. Dengan total 430 desa/kelurahan, kebutuhan pengurus desa se-Kabupaten Bojonegoro mencapai 6.450 orang. Hingga saat ini kepengurusan baru terisi 75 persen.

“Itu yang akan kami lengkapi untuk posisi pengisian pengurus desa, karena hingga kini masih 75 persen lengkap, maka kurangnya 25 persen ini yang akan segera kami selesaikan, sesuai dengan arahan DPD Golkar Jawa Timur,” jelasnya.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir dalam Rakerda dan pelantikan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Partai Golkar Bojonegoro yang selama ini telah mendukungnya, mulai dari pencalonan hingga menjadi Bupati.

Setyo Wahono menceritakan, sejarah sebelum pencalonannya sebagai Bupati Bojonegoro pada Pilkada lalu diawali dari dukungan dan dorongan Partai Golkar.

“Partai Golkar itu yang juga telah meyakinkan saya untuk salah satunya menjadi Bupati Bojonegoro,” kenangnya.

Ia menyebut Golkar mulai dari meyakinkan, mengarahkan, mengajarkan, hingga membimbing penuh dalam dunia politik. Sebab saat itu ia berasal dari kalangan profesional, bukan politisi.

Dengan dukungan tersebut, ia yakin target kemenangan Partai Golkar Bojonegoro pada Pemilu 2029 dapat diraih. Ia menganalogikan, dengan kesiapan partai saat ini, jika pemilu digelar mendadak Golkar mampu merebut 8 kursi.

“Kita masih ada tiga atau empat tahun lagi, jadi saya yakin, Partai Golkar akan merebut 8 kursi atau bahkan lebih,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti. Dengan mengedepankan prinsip Rakerda sebagai wujud implementasi program kerja partai, Ali Mufti menilai target 12 kursi bukan hal yang tidak mungkin bagi DPD Partai Golkar Bojonegoro.

“Jadi angka 8 kursi atau bahkan lebih dalam target itu, tidaklah mustahil bagi DPD Partai Golkar Bojonegoro untuk meraihnya,” ujarnya.

Ali Mufti menilai, melihat kesolidan pengurus saat ini, target tersebut realistis. Pada Pemilu lalu Partai Golkar Bojonegoro meraih 5 kursi di DPRD.

“Jika melihat kesolidan antar pengurus partai, yang semula Golkar Bojonegoro meraih 5 kursi pada pemilu lalu, target selanjutnya Golkar Bojonegoro juga akan dapat meraih 12 kursi pada Pemilu mendatang,” terangnya.

Ia menambahkan, hasil laporan Rakerda menunjukkan kesiapan tersebut.

“Dengan mengedepankan prinsip dari Rakerda sebagai wujud pengimplementasian mengenai apa saja yang dibutuhkan para kader partai, dengan juga diperkuatnya konsolidasi antar lini partai, hingga menguatkan performa seluruh jajaran kader, maka target itu bisa saja diraih,” tegasnya.

Mas Pri menegaskan, Rakerda 2026 ini sekaligus menjadi tahun konsolidasi bagi partai. Setelah pelantikan, DPD akan bergerak cepat menyelesaikan kepengurusan di tingkat desa.

“Termasuk juga dengan DPD Partai Golkar Jawa Timur untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan, dan semua unsur kader partai, untuk dapat langsung menargetkan 12 kursi pada pemilu 2029 mendatang,” ungkapnya.

“Dan baru di tahun 2027, kami akan menaruh petarung-petarung yang terdiri dari para kader terbaik untuk meraih kemenangan Partai Golkar Bojonegoro di pemilu 2029 mendatang,” tandasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan