TMMD Ke 129 Di Desa Kesongo Kedungadem Resmi Ditutup, DPRD Bojonegoro Hasilnya Harus Dijaga Bersama

admin
IMG 20260813 WA0023

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa “TMMD” ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro resmi berakhir, pada Kamis 13/8/2026.

Selama 30 hari sejak 15 Juli 2026, program lintas sektoral bertema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini menghadirkan pembangunan fisik dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Anggaran Rp5,2 Miliar, Fokus Normalisasi Sungai, Pelaksanaan TMMD ke-129 mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp5,285 miliar.

Rinciannya, sekitar Rp4,748 miliar untuk sasaran fisik dan Rp537,206 juta untuk kegiatan non-fisik.

Salah satu pekerjaan prioritas adalah normalisasi Sungai Afvoer sepanjang 800 meter*. Pekerjaan dilakukan melalui pendalaman alur serta pengangkatan sedimentasi untuk memperlancar kapasitas aliran sungai.

Langkah ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang, terutama mengurangi potensi genangan dan risiko banjir saat musim penghujan.

Selain infrastruktur, TMMD juga menyentuh pemberdayaan warga. Sejumlah kegiatan nonfisik digelar mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Capaian TMMD mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro H. Abdulloh Umar, S.Pd.

Ia menilai TMMD menjadi contoh konkret sinergi TNI, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

“TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan dari tingkat desa. Kami dari DPRD Kabupaten Bojonegoro tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh pelaksanaan kegiatan, baik pembangunan fisik maupun nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Abdulloh Umar.

Namun ia mengingatkan, penutupan TMMD bukan akhir. Masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga hasil pembangunan agar tetap bermanfaat.

“Yang tidak kalah penting, setelah program TMMD ini selesai, hasil pembangunan harus dijaga dan dirawat bersama oleh warga. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang sudah mengakar selama pelaksanaan TMMD jangan sampai luntur, melainkan harus terus dipertahankan,” tegasnya.

Ia berharap semangat kolaborasi ini menjadi model pembangunan di wilayah lain di Bojonegoro.

“Kami berharap kolaborasi erat antara TNI, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut. Dengan begitu, akselerasi pembangunan di wilayah pinggiran bisa berjalan lebih masif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya TMMD ke-129, tugas selanjutnya adalah merawat aset bersama agar manfaatnya dapat dirasakan warga Desa Kesongo dalam jangka panjang. (Red)

Tinggalkan Balasan