BOJONEGORO ,– Para petani di wilayah Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini menghadapi masa sulit akibat kekeringan yang melanda lahan sawah mereka. Krisis ini diperparah dengan adanya penutupan pelayanan air dari Waduk Pacal, yang merupakan sumber irigasi utama bagi sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut. Jum’at, 28/11/2025.
Menurut pantauan di lapangan, banyak sawah yang mulai mengering dan mengeras akibat kekurangan air. Tanaman padi yang baru saja ditanam terancam gagal jika kondisi ini terus berlanjut.
“Kami sangat khawatir Mas. Kalau tidak ada air, bagaimana kami bisa panen, modal sudah banyak keluar untuk bibit dan pupuk, kami hanya minta solusi bukan intimidasi,” ujar Pak to, seorang petani asal Desa Ngampal.
Penutupan pelayanan air dari Waduk Pacal ini dilakukan oleh pihak kontraktor proyek irigasi dan BBWS yang sudah di sepakati bersama stocholder terkait, dengan alasan untuk memprioritaskan proyek irigasi yang sedang berjalan. kebijakan ini menuai protes dari para petani yang merasa hak – haknya diabaikan oleh pemerintah.
“Kami mengerti ada proyek pembangunan, tapi jangan sampai kami yang jadi korban. Seharusnya ada solusi lain yang tidak merugikan kami, kami warga juga punya hak yang di lindungi negara yang tercantum dalam UU Dasar 1945, sila ke 5” Keluh Bu Siti, petani lainnya.
Para petani berharap agar Pemerintah Daerah, dan Bupati Bojonegoro Bapak Setiyo Wahono dapat segera mengambil tindakan nyata dan memberikan solusi yang lebih konkret. Mereka tidak ingin lahan sawah mereka terus mengering dan impian untuk mendapatkan hasil panen yang baik pupus di tengah jalan. (Red)












