Sampah Menumpuk di Saluran Air Desa Sraturejo Timbulkan Bau, Warga Berharap Ada Perhatian Dari Pemerintah

admin
Img20250516091835 copy 754x565

Bojonegoro, – Bertahun tahun tumpukan sampah menumpuk di saluran air di ruas Jalan raya Babat – Bojonegoro, hingga saat ini belum ada tindakan serius dari Pemerintah, tumpukan sampah tersebut tepatnya di depan pabrik pemecah batu di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, sampah-sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap, dan mengganggu pemandangan bagi masyarakat sekitar serta petani setempat.

Pantauan awak media , pada hari Jum’at pagi (16/5/2025), tumpukan sampah itu membuat saluran drainase yang ada di Jalan tersebut tersendat. Tak hanya menggunakan kantong kresek, sampah yang dibuang ada yang menggunakan karung.

Jika dilihat dari dekat, sampah-sampah tersebut berisikan sampah rumah tangga dan sampah dari pengusaha buah buahan yang membusuk.

Mulai dari sisa buah buahan buahan yang sudah busuk hingga pampers anak. Dan juga sampah-sampah bekas pepohonan yang dibuang warga sekitar di lokasi tersebut.

Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tersebut panjangnya sekitar 25 – 30 meteran. Tampak tumpukan sampah juga menutupi aliran drainase yang berada tepat di lokasi. Tumpukan sampah ini menyebabkan aliran drainase menjadi terganggu yang bisa menimbulkan penyakit dan sarang nyamuk demam berdarah.

Abidin, salah seorang warga sekitar mengatakan, itu bukan sampah warga sini mas kalau di perhatikan kebanyakan itu limbah dari para usah buah yang tidak mempunyai tempat sampah mas.

Img20250516091846 copy 777x583

” Terlihat di situ kan bayak buah buahan yang busuk dan berbahu.” Ucapnya.

Meski sampah tersebut kerap menumpuk dan sudah di bakar masyarakat, namun tetap saja setiap hari sampahnya terus menumpuk.

“Kadang sudah di bakar tapi pagi hari penuh lagi sampahnya. Bahkan ada juga yang membuang sampahnya di sini dengan menggunakan tosa,” ujar Abidin

Warga lainnya, bayin kepada awak media di lokasi. Dirinya berharap agar segera ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah kabupaten Bojonegoro dan Dinas terkait agar sampah yang berada di lokasi tersebut yang menimbulkan bahu segera teratasi. (SL/red)

Tinggalkan Balasan