Pemkab Bojonegoro Wajibkan OPD Hasilkan 1 Inovasi Tiap Tahun Lewat BIA 2026

admin
IMG 20260709 WA0012

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pelaksanaan Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Dilli Tri Wibowo, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam arahannya, Sekda Edi Susanto menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi bagian dari komitmen seluruh perangkat daerah dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Ia menyampaikan bahwa setiap OPD maupun kecamatan diwajibkan menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahun dan mengikutsertakannya dalam ajang Bojonegoro Innovative Award.

“Setiap OPD dan kecamatan tidak hanya mendaftarkan inovasi, tetapi sifatnya wajib. Minimal setiap tahun harus ada satu inovasi. Seluruh inovasi yang masuk nantinya akan dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan,” tegas Edi.

Menurutnya, inovasi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya mempercepat pelayanan publik, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Karena itu, sosialisasi BIA 2026 menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada seluruh calon peserta mengenai mekanisme pelaksanaan, kategori lomba, tahapan seleksi, hingga sistem penilaian.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Bojonegoro Innovative Award membuka empat kategori peserta, sehingga kesempatan berpartisipasi semakin luas.

Pemerintah berharap inovasi tidak hanya lahir dari lingkungan birokrasi, tetapi juga dari masyarakat. Edi mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum untuk berani menuangkan ide-ide kreatif yang mampu memberikan manfaat bagi daerah.

Menurutnya, setiap gagasan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan maupun menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat layak mendapatkan ruang untuk berkembang sekaligus memperoleh apresiasi.

Lebih jauh, BIA juga diharapkan menjadi media berbagi praktik terbaik antar lembaga maupun antardesa sehingga inovasi yang terbukti berhasil dapat direplikasi di wilayah lain.

Selain itu, banyaknya inovasi yang lahir juga diyakini akan memperkuat posisi Kabupaten Bojonegoro dalam berbagai ajang inovasi di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

“Oleh karena itu saya berharap lomba inovasi daerah tahun 2026 ini benar-benar mampu mengangkat berbagai inovasi terbaik yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Edi.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro Dilli Tri Wibowo menjelaskan bahwa pendaftaran Bojonegoro Innovative Award 2026 dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Menurut Dilli, BIA merupakan wadah untuk menghimpun berbagai inovasi dari perangkat daerah, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum yang selama ini telah menciptakan berbagai terobosan di bidang pelayanan publik maupun pengembangan potensi daerah.

Dia menambahkan, penyelenggaraan BIA tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan kepada para inovator, tetapi juga menjadi salah satu upaya meningkatkan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Pada pelaksanaan tahun ini, BRIDA berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga inovasi yang lahir tidak hanya berasal dari instansi pemerintah, tetapi juga dari kreativitas warga yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Dengan semakin luasnya keterlibatan berbagai kalangan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis Bojonegoro Innovative Award 2026 akan melahirkan lebih banyak inovasi yang berdampak nyata, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong terciptanya pembangunan yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing. (Red)

Tinggalkan Balasan