BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama instansi terkait, menggelar penyerahan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2024 di Desa Sroyo, Kecamatan Kanor, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah bagi masyarakat Desa Sroyo.
Acara dihadiri Tim BPN Bojonegoro, perwakilan Camat Kanor, Kapolsek Kanor, dan seluruh perangkat Desa Sroyo.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sroyo Ahmad Yuri menyampaikan penyerahan berjalan lancar dengan total 357 bidang tanah yang telah selesai diproses, termasuk yang berstatus Hak Guna Usaha.
“Alhamdulillah untuk hari ini insyaAllah sertifikat sudah siap diserahkan kepada Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara BPN, instansi terkait, dan Pemerintah Desa. Sertifikat yang diterima menjadi bukti sah kepemilikan tanah yang memiliki kekuatan hukum mutlak.
“Meskipun hanya selembar kertas, namun ini adalah bukti resmi bahwa tanah tersebut sepenuhnya milik panjenengan,” tegasnya.
Perwakilan BPN Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat dengan baik agar tidak rusak atau hilang.
“Jangan sampai dimakan rayap. Jika menginginkan keamanan lebih, bisa disimpan di brankas bank yang diawasi 24 jam, sekaligus dapat digunakan sebagai jaminan tambahan modal usaha yang sah,” pesannya.
Beliau juga mengingatkan agar tidak sembarangan menyerahkan atau meminjamkan sertifikat kepada pihak lain. Apabila akan dijual atau dijaminkan, sebaiknya diurus langsung ke kantor pertanahan atau melalui perangkat desa yang terpercaya.
Dijelaskan pula bahwa proses penyelesaian program ini memakan waktu hingga tiga tahun, mengingat tahapan pertanahan tidak dapat diselesaikan secara instan.
Jika tahun lalu target yang tercapai sebanyak 2.800 bidang, diharapkan ke depannya cakupan program dapat semakin diperluas mengingat kebutuhan masyarakat akan kepastian tanah masih sangat besar.
Kepada warga yang belum terlayani tahun ini, diharapkan dapat antusias mengikuti pelaksanaan pada periode mendatang.
“Apabila nanti muncul permasalahan terkait batas tanah atau hal lainnya, mohon diselesaikan dengan bijak melalui musyawarah mufakat, sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan saat pengukuran dan pendataan,” tambahnya.
Di akhir sambutan, perwakilan BPN Kabupaten Bojonegoro mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan pihak yang telah bekerja keras menyukseskan program PTSL ini khususnya di Desa Sroyo. (Red)












