Pemkab Bojonegoro Luncurkan Gerakan GASPOL Target ASN Serap 15 Kg Beras Lokal

admin
IMG 20260819 WA00591 768x432

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tancap gas memperkuat kemandirian pangan melalui Gerakan ASN Peduli Pangan GASPOL. ASN didorong menjadi penggerak utama dalam menyerap sekaligus mempromosikan produk pangan lokal.

Gerakan ini ditandai dengan peluncuran beras lokal Rajekwesi produksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro, Rabu,19/8/2026.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menargetkan setiap ASN menyerap 15 kilogram beras lokal per orang setiap bulan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang kuat bagi hasil pertanian petani Bojonegoro.

“Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Tetapi kita masih membeli produk dari luar daerah atau luar kota. Ini menjadi pertanyaan sekaligus pekerjaan rumah bagi kita,” tegas Setyo Wahono.

Menurutnya, produksi pangan yang besar harus dibarengi kemampuan daerah menyerap hasil pertanian sendiri. Karena itu, kualitas, harga, distribusi, hingga pemasaran produk lokal harus terus diperkuat.

ASN juga diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi ikut mempromosikan produk pangan lokal.

“Marketingnya sudah banyak, instrumennya sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan harga produk agar tetap kompetitif,” ujarnya.

Bupati meminta masyarakat memberikan masukan apabila kualitas produk masih perlu diperbaiki.

“Kalau ada yang merasa rasanya belum sesuai, silakan memberikan masukan. Jangan langsung menolak. Kita evaluasi dan perbaiki bersama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro Khoirul Huda mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan beras lokal dengan merek Rojo Nogo.

Beras tersebut menggunakan bahan baku hasil pertanian petani Bojonegoro dan ditargetkan beredar secara luas pada 2027 setelah proses perizinan selesai.

Melalui GASPOL, Pemkab Bojonegoro berharap serapan hasil pertanian lokal meningkat, petani mendapatkan kepastian pasar, dan perputaran ekonomi semakin kuat di daerah.

Target 15 kilogram beras per ASN setiap bulan menjadi langkah awal Bojonegoro membangun pasar pangan lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan