Baru Selesai Langsung Retak! Proyek Rp399 Juta Rehab SDN Pekuwon II Sumberrejo DiDuga Asal Jadi

admin
IMG 20261006 WA0028

BOJONEGORO – Proyek rehabilitasi gedung SDN Pekuwon II, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang menelan anggaran ratusan juta dari APBD Bojonegoro diduga dikerjakan asal-asalan. Padahal secara kasat mata terlihat rapi dan kokoh.

Dari pantauan awak media di lokasi, Selasa (6/10/2026) pukul 09.59 WIB, ditemukan sejumlah pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pondasi belakang gedung terlihat mengelupas dan keropos, tidak padat. Pekerjaan tersebut terindikasi kuat menggunakan material tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak sesuai gambar perencanaan. Selain itu, pada sisi dinding antara kolom sudah muncul keretakan.

 

IMG 20261006

Proyek tersebut diketahui bernama Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah SD Negeri Pekuwon II Kec. Sumberrejo, bersumber dari APBD Tahun 2026 dengan nilai Rp 399.169.968,00.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Pandawa Bangun Nusantara sebagai kontraktor pelaksana, dengan konsultan pengawas CV. Jovin Engineering. Nomor SPK: 400.3.13/118/SPK.FISIK.SARPRAS/2026 tertanggal 08 Juli 2026, dengan jangka waktu 75 hari kalender.

Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu guru SDN II Pekuwon mengaku tidak tahu menahu soal teknis pengawasan.

“Kemarin untuk kuncinya sudah diserahkan oleh pihak rekanan Mas, untuk terkait pengawas pembangunan kita serahkan ke rekanan, kami hanya penerima manfaat saja,” ucap salah satu guru SDN II Pekuwon.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar soal fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro sebagai penanggung jawab proyek.

Proyek pendidikan yang seharusnya menjamin keselamatan siswa dan guru ini justru berpotensi membahayakan. Dengan anggaran hampir Rp400 juta, kualitas bangunan yang baru selesai sudah rusak memicu dugaan adanya pembiaran dan lemahnya pengawasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro, konsultan pengawas, maupun rekanan pelaksana belum memberikan keterangan resmi.

Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.(Red)

Tinggalkan Balasan