Kemarau Melanda, Anggota DPRD Bojonegoro Amin Thohari Salurkan Air Bersih Ke7 Desa Di Kedungadem Dan Temayang

admin
IMG 20260927 WA0060

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Keterbatasan pasokan air bersih membuat warga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespon kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil 4, Amin Thohari, S.H., M.H., menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Temayang.

Bantuan tersebut menyasar tujuh desa yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.

Di Kecamatan Kedungadem, penyaluran air bersih dilakukan di Desa Kendung, Tondomulo, Panjang, Mojorejo dan Babad. Sementara di Kecamatan Temayang, bantuan disalurkan kepada masyarakat Desa Kedungsari dan Desa Bakul.

Penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami keterbatasan sumber air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Amin Thohari mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus tersedia bagi masyarakat. Karena itu, kepedulian dan semangat gotong royong perlu terus diperkuat ketika warga menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, semampu kita harus hadir dan membantu,” katanya, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih tidak hanya sebatas mendistribusikan pasokan air kepada warga, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang terdampak kemarau, sekaligus membantu meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Penyaluran air bersih ke sejumlah desa di Kedungadem dan Temayang juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan sumber daya air, melestarikan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat terbatasnya pasokan air bersih.(Red)

Tinggalkan Balasan