Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil mencetak sejarah baru di panggung dunia. Geopark Bojonegoro secara resmi diterima (accepted) sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah mendapatkan dukungan dan rekomendasi bulat (aklamasi) dalam Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis.
Momen bersejarah tersebut disimak langsung secara daring oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dari Ruang Batik Madrim.
Dalam sidang tersebut, seluruh anggota Dewan UNESCO sepakat memberikan status Accepted (Diterima) serta menganugerahkan “Green Card” (Kartu Hijau) kepada Geopark Bojonegoro. Status internasional ini berlaku penuh, dengan proses evaluasi berkala (revalidasi) yang akan dilakukan empat tahun mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengonfirmasi langsung pencapaian strategis ini.
Helmy Elisabeth menjelaskan bahwa usulan Geopark Bojonegoro diterima secara bulat oleh Dewan UNESCO Global Geopark. Apresiasi diberikan karena keistimewaan warisan geologi, terutama struktur tektonik dan sejarah perminyakan (petroleum history).
Bojonegoro mengusung tema “The Unique Petroleum System on Land” dengan menyoroti 20 geosite, 3 biosite, dan 8 cultural site, termasuk Teksas Wonocolo, Kayangan Api, dan Kedung Lantung.
Integrasi budaya seperti masyarakat Samin dan Wayang Thengul turut memperkuat penilaian dewan. Kombinasi antara keunikan geologi perminyakan darat yang tidak dimiliki daerah lain di dunia, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya lokal menjadi kunci utama Bojonegoro meraih Green Card tanpa catatan.
Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 digelar di Paris, Prancis. Jajaran Pemkab Bojonegoro menyimak jalannya sidang secara daring dari Ruang Batik Madrim, Bojonegoro.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Arif Afandy, menambahkan bahwa keputusan sidang ini mengantar Bojonegoro menuju status UGGp penuh.
Pemkab menargetkan penyerahan sertifikat resmi pada 2027 untuk mendongkrak pariwisata dan investasi hijau. Status UNESCO Global Geopark ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan dunia, peneliti geologi, hingga investor ekonomi hijau, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro yang kini sejajar dengan geopark-geopark kelas dunia.
Dengan raihan Green Card ini, Bojonegoro resmi menorehkan sejarah sebagai daerah dengan warisan geologi perminyakan darat yang diakui dunia. (Red)












