Kejar Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Bangun Embung di 4 Kecamatan

admin
IMG 20261026

BOJONEGORO, – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), pembangunan embung digencarkan di sejumlah wilayah untuk membantu petani memperoleh pasokan air, terutama saat memasuki musim kemarau.

Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Radityo Bismoko, ST., MT., menjelaskan, pembangunan embung merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan air pertanian, khususnya dalam menghadapi musim tanam kedua (MT II).

“Kami memang telah melaksanakan pembangunan embung. Tujuannya untuk mendukung musim tanam kedua. Harapannya, ketika nanti turun hujan, air dapat tertampung di embung sehingga petani masih memiliki harapan mendapatkan pasokan air untuk menanam kembali,” jelas Radit, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, embung dirancang untuk menampung air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi ketika pasokan air mulai menipis. Dengan adanya tampungan air, petani diharapkan memiliki alternatif sumber pengairan dan tidak sepenuhnya bergantung pada hujan.

“Kami melaksanakan pembangunan ini untuk mendukung petani agar dapat terus bertanam tanpa terlalu bergantung pada musim. Harapannya, petani tetap bisa bercocok tanam dengan dukungan ketersediaan air yang lebih baik,” tambahnya.

Pada tahun ini, pembangunan embung dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Dander, Purwosari, Kepohbaru, dan Sugihwaras. Khusus di Kecamatan Dander, salah satu lokasi pengerjaan berada di Desa Mojoranu.

Selain mendukung irigasi pada musim kemarau, pembangunan embung juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air secara lebih optimal. Ketika musim hujan tiba, air yang tertampung dapat menjadi cadangan untuk kebutuhan pertanian pada periode berikutnya.

Penampungan air juga berpotensi membantu mengendalikan limpasan air di sekitar lokasi, bergantung pada kapasitas embung dan karakteristik wilayah. Meski demikian, penanganan banjir dan genangan tetap membutuhkan dukungan sistem drainase serta pengelolaan sungai yang memadai.

Radit menyampaikan, pembangunan embung tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kami menargetkan pembangunan embung ini dapat selesai pada akhir tahun ini. Nantinya, ketika sudah rampung, embung diharapkan bisa langsung dimanfaatkan oleh warga sekitar,” pungkasnya.

Melalui infrastruktur sumber daya air ini, Pemkab Bojonegoro berharap kebutuhan air pertanian semakin terjaga, produktivitas lahan tetap terjaga, dan posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan di Jawa Timur semakin kuat.(Red)

Tinggalkan Balasan