Ragam  

Harga Tembakau Anjlok Di Rp20 Ribu – Rp30 Ribu Per Kilo, Petani Blongsong Baureno Bojonegoro Menjerit

admin
IMG 20260927

BOJONEGORO – Harga jual tembakau di tingkat petani di Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, anjlok tajam. Saat ini harga hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram harga tersebut sewaktu waktu bisa turun. Minggu, 27/9/2026.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh Arifin, petani tembakau setempat, saat ditemui awak media sedang memotong hasil panen tembakau miliknya pada hari Sabtu,26/9/2026 malam.

Arifin mengeluhkan biaya perawatan dan modal tanam yang kian melonjak, namun harga jual justru merosot tajam. Kerja keras merawat tanaman dari awal hingga panen terasa sia-sia karena pendapatan yang diterima jauh tidak sebanding dengan pengeluaran.

“Kami tidak meminta dibagikan pupuk semata. Yang kami butuhkan adalah harga yang stabil saat masa panen. Seperti halnya gabah yang harganya bisa terjaga di angka Rp6.500 per kilogram, sehingga tengkulak pun berani membeli di atas harga tersebut,” ungkap Arifin.

Harga 20 ribu perkilo itu bisa turu mas,; pemerintah berharap bisa mencarikan solusinya. tambahnya.

Ia berharap pemerintah hadir mencarikan solusi nyata, bukan sekadar bantuan sarana produksi. Kebijakan yang menjaga kestabilan harga tembakau layaknya komoditas padi sangat dinantikan, agar petani tidak terus-menerus merugi.

“Kalau harga tembakau bisa diatur dan dijaga kestabilannya seperti harga padi, kami petani tidak akan terbebani. Jangan sampai kami bekerja keras, justru malah rugi di akhir masa panen,” harap Arifin.

Kestabilan harga, kata dia, adalah kunci agar petani tetap bertahan menafkahi keluarga dari hasil bumi. Petani di Blongsong berharap ada intervensi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengatur tata niaga tembakau agar tidak dipermainkan tengkulak saat panen raya.(Red)

Tinggalkan Balasan