BOJONEGORO, – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menetapkan delapan prioritas pembangunan daerah sebagai pedoman utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Delapan prioritas tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono dalam Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD TA 2027 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/10/2026).
Bupati menegaskan, penyusunan APBD 2027 tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan daya saing daerah, dan pencapaian target pembangunan, termasuk pemajuan seni dan budaya daerah.
Berikut adalah daftar lengkap 8 Prioritas Pembangunan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2027:
1. Pembangunan Manusia
Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan.
2. Peningkatan Layanan Kesehatan
Penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan fasilitas Puskesmas dan RSUD, serta jaminan kesehatan masyarakat.
3. Pengarusutamaan Gender, Pemenuhan Hak, dan Peningkatan Kualitas Keluarga
Peningkatan perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan pelayanan publik yang berbasis digital.
5. Pembangunan Konektivitas dan Tata Ruang Wilayah
Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, dan penataan ruang wilayah yang berkelanjutan.
6. Pengembangan Potensi Ekonomi Berkelanjutan
Penguatan UMKM, pertanian, peternakan, dan optimalisasi potensi migas untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
7. Pembangunan Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim
Fokus pada ketahanan pangan daerah, pengelolaan lingkungan hidup, dan mitigasi perubahan iklim.
8. Pengembangan Wisata serta Prestasi Olahraga dan Pemuda
Pemajuan seni dan budaya daerah, pengembangan destinasi wisata, serta peningkatan prestasi pemuda dan olahraga.
Bupati Wahono menyebut delapan prioritas ini disusun dengan mempertimbangkan indikator makro daerah, di mana tingkat pengangguran terbuka ditargetkan 4,66 persen dan tingkat kemiskinan 9,8 persen.
“Penyusunan anggaran tahun ini tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan daya saing daerah, dan pencapaian target pembangunan,” jelasnya.
Adapun postur APBD 2027 sendiri tercatat sebesar Rp4.490.688.127.569 untuk pendapatan daerah dan belanja daerah sebesar Rp5.085.570.107.147 dengan defisit Rp594,8 miliar.
Raperda APBD 2027 tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Bojonegoro sebelum ditetapkan menjadi Perda.(Red)












