Bojonegoro, – Proyek pembangunan jalan rigid beton di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menuai perhatian setelah ditemukan banyaknya tambalan di berbagai titik jalan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan potensi masalah yang mendasarinya.
Proyek jalan beton tersebut di danai dari program Bantuan keuangan Kusus Desa ( BKKD ) yang direalisasikan pada bulan november tahun 2025 hingga proses perkerjaan 100 persen di bulan Januari tahun 2026,
Pantauan media ini pada hari Jum’at, 09/01/2026, di lokasi proyek menunjukkan sejumlah tambalan yang tersebar di sepanjang jalan rigid beton. Tambalan tersebut terlihat jelas dan menimbulkan kesan bahwa jalan tersebut telah mengalami kerusakan atau perbaikan dalam waktu singkat setelah selesai dibangun.
Salah seorang perangkat desa Sidomukti, saat di konfirmasi media ini , membenarkan adanya tambalan pada jalan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa uji laboratorium terhadap kualitas beton telah dilakukan dan hasilnya telah disetujui oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ucapnya.
” Yang retak sudah kami adakan perbaikan penembelan mengunakan aspal.” Ia juga mengatakan Warga sini ( Sidomukti ) tidak ada yang protes, kemaren warga (Sidomukti) senang jalan sudah di bangun dan mengadakan syukuran.” Saut perangkat lain saat awak media meminta konfirmasi di balai desa.

Banyaknya tambalan pada jalan rigid beton di desa Sidomukti yang baru dibangun ini mengindikasikan dugaan adanya potensi masalah kualitas mutu dan pengawasan yang tidak di jalankan dengan baik.
Beberapa faktor yang mungkin menjadi dugaan penyebab di antaranya,:
1. Kualitas material yang tidak sesuai standar.
2. Teknik pengerjaan yang kurang tepat.
3. Pengawasan yang tidak optimal selama proses pembangunan.
4. Faktor lingkungan atau beban lalu lintas yang berlebihan.
Sampai berita ini di publikasikan awak media ini masih berupaya menghubungi pihak Dinas PU Kabupaten Bojonegoro untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait temuan ini terkait uji laboratorium beton.
Di sisi lain ketua Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia ( FPPI ) Arif Marsudi, Dari temuan tersebut, Klarifikasi dan penjelasan dari pihak Dinas PU sangat penting, apalagi itu ada penjelasan dari perangkat desa Sidomukti untuk uji laboratorium sudah keluar, ucapnya. Lanjut Arif Marsudi, berarti proyek tersebut sudah di sepakati oleh pihak Dinas PU Bojonegoro dengan keadaan hasil cacat.
Dengan adanya temuan yang retak tersebut berarti beton tersebut ada bermasalah ini yang harus di proses, jangan di diamkan karena yang di buat membangun itu uang dari pajak rakyat, “kami juga ikut membangun itu uang kami, jangan main main.
Arif Marsudi berharap dengan adanya temuan tersebut pihak terkait untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada publik mengenai kondisi jalan rigid beton di Desa Sidomukti apakah penyebab keretatakan pada proyek rigid beton yang baru seumur jagung.
Ia berharap pihak pihak terkait yang bertanggung jawab dalam pengawas seperti kejaksaan, dan pihak penegak hukum terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek jalan rigid beton ini. Evaluasi tersebut meliputi pemeriksaan kualitas material, analisis teknik konstruksi, dan audit terhadap proses pelaksanaan proyek rijid beton tersebut.
Bila terbukti terdapat penyelewangan agaran pihak berwenang harus bertindak tegas, agar bantuan BKKD terserap sesuai harapan dan tentunya berpegang dengan juklas dan juklisnya yang mengutamakan mutu, kualitas dan transparan anggarannya. Pungkasnya. ( Tim / red ).












