Tak Masuk RDKK , Para Petani di Desa Selorejo Baureno Tidak Merasakan Jatah Pupuk Bersubsidi 

admin
4157841231

Bojonegoro, – Sejumlah petani di Desa Selorejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengeluh lantaran namanya hilang di daftar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Akibatnya, para petani di wilayah tersebut tidak lagi menerima bantuan pupuk subsidi di tahun 2025 ini.

“Seperti di tahun lalu, saya dapat pupuk subsidi, di tahun ini nama saya sudah hilang, dan bukan cuman saya ada warga lainya yang juga hilang namanya di RDKK,” terang salah satu petani di Desa Selorejo (SR), pada media ini (17/5/25).

Ia mengaku, ada sekitar lebih dari 100 orang petani di desa Selorejo namanya tidak muncul di RDKK, akibatnya, para petani di desa Selorejo harus terpaksa membeli pupuk nonsubsidi untuk memenuhi kebutuhan pemupukan tanaman padi miliknya.

Para petani tersebut mengetahui namanya hilang saat hendak mengambil pupuk subsidi di kios Desa Selorejo.

Mereka pun hanya bisa pasrah dan menghela napas lantaran tidak bisa lagi mengambil pupuk subsidi dan akhirnya beli di luar dengan harga yang mahal.

“Saya juga heran, kenapa bisa tiba-tiba hilang di RDKK, padahal saya tidak pernah tambah lokasi,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu Perangkat Desa Selorejo (PR)  juga membenarkan kalau dirinya juga pernah tidak dapat jatah pupuk subsidi pada tahun yang lalu l, padahal ia sudah menyodorkan kitir pajak miliknya.

” Di tahun lalu saya tidak dapat jatah pupuk subsidi dari kios, katanya ada pengurangan,”. Tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk di tahun 2025 ini dirinya juga hanya dapat separuh dari jatah 4 hektar pengarapanya, padahal saya juga sudah mengumpulkan kitir pajak sebagai acuan pengajuan RDKK.

Ia menambahkan, padahal Pemerintah Pusat himbauan dari Presiden Prabowo pupuk subsidi untuk petani ada tambahan dan jangan sampai sulit di dapat.

Dengan adanya keluhan warganya, salah satu Perangkat Desa Selorejo ( PR) akan mengkonfirmasi kepada masing masing kelompok tani perihal ada 100 nama yang hilang atau di coret dari RDKK” Imbuhnya.

Terpisah, Ibu Siti pemilik kios saat di konfirmasi menjelaskan, bahwa dirinya menyalurkan pupuk subsidi sesuai dengan catatan yang ada di RDKK.

“Perihal nama petani yang hilang di RDKK Bu Siti menyarakan untuk tanya di Dinas Pertanian, dulu jumlahnya 225 sekarang tingal 100,” ucapnya.

Saya juga sudah konsultasi dengan pihak Dinas Pertanian dan sudah beres permasalahan” tambahnya.

Terkait warga yang tidak dapat pupuk subsidi, untuk segera mendaftarkan ulang dengan kitir yang baru itu solusinya. Pungkasnya.

Sampai berita ini di publikasikan, awak media masih akan menelusuri dan konfirmasi dari pihak kelompok tani desa Selorejo dan Pihak Dinas Pertanian (*)

*Bersambung*

Tinggalkan Balasan