Desa  

Suasana Politik Desa Wotan Memanas, Warga Awasi Ketat Seleksi PAW Siap Unjuk Rasa Jika Calon Pribumi Tereliminasi

admin
IMG20260602141754 copy 871x654

BOJONEGORO – Suasana politik di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, semakin memanas pasca mengemanya mosi tidak percaya terhadap Panitia Pemilihan Antar Waktu (PAW). Ketidakpuasan masyarakat memuncak karena kinerja panitia dinilai kurang transparan, mengabaikan aspirasi warga yang menuntut keadilan, serta belum memberikan kepastian jelas terkait nasib calon yang merupakan warga asli desa setempat.

Ketegangan mencapai puncak pada Selasa (2/6/2026), ketika ratusan warga memadati halaman Balai Desa Wotan. Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menuntut pembubaran panitia penyelenggara yang dianggap gagal memenuhi harapan publik. Meski sempat ricuh akibat ketidakpuasan itu, suasana di lokasi berubah menjadi tenang sepenuhnya pada Rabu (3/6/2026), dan tidak lagi terlihat adanya aksi demonstrasi.

Kini, perhatian seluruh elemen masyarakat tertuju pada pelaksanaan ujian tulis dan wawancara yang dijadwalkan digelar besok, Kamis (4 Juni 2026). Enam bakal calon kepala desa telah dipastikan akan bersaing dalam tahapan krusial tersebut, di mana separuh dari jumlah peserta atau tepatnya tiga orang di antaranya adalah warga asli Desa Wotan.

Masyarakat setempat bertegas akan terus mengawal setiap tahapan seleksi hingga tuntas. Sebuah ancaman keras pun dilontarkan. jika di tahap mana pun terdapat calon pribumi yang tereliminasi atau tersingkir, massa berjanji akan kembali memadati Balai Desa dengan jumlah yang lebih besar untuk menyuarakan protes.

Di sisi lain, Panitia PAW yang diwakili oleh Yoyok tampak tegar dan tetap pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demi menjamin kelancaran dan keamanan jalannya persiapan hingga pelaksanaan ujian, pihak panitia bersama aparat terkait akan memperketat penjagaan di sekitar lokasi.

Hasil akhir dari serangkaian seleksi ini nantinya akan menjadi penentu siapa sosok yang akan memimpin Desa Wotan untuk sisa masa jabatan yang tersisa, yakni selama kurang lebih dua tahun ke depan. Warga berharap proses ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan mewakili keinginan seluruh masyarakat desa. (Red)

Tinggalkan Balasan