Demo Tuntut MBG Jalan Terus, Massa Didominasi Relawan Dapur Bukan Siswa

admin
IMG20260622103959 copy 1191x894

BOJONEGORO – Ribuan orang yang mengatasnamakan Paguyuban Makanan Bergizi Gratis atau MBG Bojonegoro menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin 22/6/2026. Berlangsung di sepanjang Jalan Veteran, peserta menyampaikan permohonan agar para wakil rakyat tidak menghentikan pelaksanaan program tersebut.

Namun, kehadiran massa ini menuai sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, peserta aksi didominasi relawan serta karyawan pengelola dapur pelaksana program. Tidak terlihat siswa maupun pendamping sekolah yang hadir mewakili kelompok penerima manfaat utama MBG.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan narasi awal aksi yang disebut menyuarakan hak penerima manfaat. Dalam orasi, sebagian besar pembicaraan menyoroti kekhawatiran para pekerja dapur akan kehilangan mata pencaharian jika operasional dapur dihentikan.

Suara yang terdengar lebih banyak menekankan aspek ekonomi pengelola dan karyawan. Sementara pembahasan mengenai kualitas gizi, kesehatan, atau manfaat nyata bagi siswa hampir tidak ditemukan. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai urgensi dan substansi tuntutan yang disampaikan.

Masyarakat setempat juga menyampaikan pandangan secara terbuka. Sejumlah warga menilai pihak yang seharusnya menyuarakan keluhan adalah wali murid atau penerima manfaat.

“Seharusnya yang berunjuk rasa adalah wali murid. Siswa yang mendapat makan gratis saja tidak mengeluh, sementara para pengelola dapur yang justru tampak khawatir,” ujar salah satu warga.

Warga lain juga menyoroti kepemilikan pengelola dapur MBG.

“Banyak yang mengelola dapur MBG itu anggota dewan. Ini demonya ke DPRD, ya percuma dan tidak masuk akal,” kata warga lainnya.

Ketiadaan perwakilan siswa memperkuat dugaan sebagian masyarakat bahwa aksi lebih didorong kepentingan kelompok pengelola dibandingkan kebutuhan nyata penerima manfaat.

Muncul pula pertanyaan publik: apakah Program MBG di Bojonegoro masih berfokus pada tujuan utama memperbaiki gizi generasi muda, atau telah bergeser menjadi upaya mempertahankan operasional dapur.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Hj. Mitro’atin, S.Pd., M.M. menemui langsung peserta aksi di depan gedung dewan. Dalam pertemuan tersebut, Mitro’atin mendengarkan tuntutan para peserta dan mencatat aspirasi yang disampaikan.

“Program MBG adalah investasi jangka panjang untuk menuju generasi emas 2045. DPRD Bojonegoro siap memfasilitasi sampai tingkat nasional,” ujar Mitro’atin lantang yang disambut antusias peserta aksi.

Mitro’atin juga menegaskan dampak ekonomi dari program tersebut.

“Program MBG ini berdampak pada perputaran roda ekonomi. Sekali lagi intinya kami sebagai DPRD Bojonegoro siap melanjutkan program MBG ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi menyeluruh dari pimpinan DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait kelanjutan program tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan