BOJONEGORO,- Adanya protes warga soal jalan rusak, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Kecamatan Dander, kabupaten Bojonegoro Putoyo, memberikan fakta baru terkait protes jalan rusak yang viral di media sosial.
Selain meluruskan isu pelaporan warga, Putoyo mengungkapkan bahwa status jalan yang dikeluhkan warganya tersebut bukan merupakan jalan desa, melainkan jalan menuju kawasan hutan. Rabu tanggal 14/1/2026.
Putoyo menjelaskan, bahwa secara aturan perundang-undangan, Pemerintah Desa hanya diperbolehkan membangun infrastruktur yang tercatat sebagai aset desa.Terkait jalan menuju hutan tersebut, kewewenang perhutani, bukan kewenangan Pemerintah Desa Sumberagung.kecamatn dander kabupaten Bojonegoro.
“Jalan yang disebut itu bukan jalan desa, tapi jalan menuju hutan. Dan kita tidak punya wewenang untuk membangun atau memperbaiki. Jalan tersebut Jika saya paksakan membangun menggunakan Dana Desa, justru saya yang melanggar aturan dan bisa dipidana,” terang Putoyo.
Terkait pemanggilan warga yang mengkritik desa, Putoyo kembali menegaskan bahwa agenda tersebut adalah mediasi, bukan laporan pidana. Langkah ini diambil karena kritik warga sudah melenceng dan melampaui batas menjadi penghinaan pribadi yang menyerang martabatnya sebagai kepala desa.
“Saya tidak melaporkan, hanya memediasi warga saya. Kalau mau kritik pemerintahan saya silahkan dan terbuka, saya sebagai penanggung jawab desa tidak anti kritikan silahkan, tapi jangan menghina pribadi saya. Padahal, kenyataannya jalan itu memang bukan tanggung jawab desa, tambahnya.
Putoyo juga mengungkapkan betapa berat beban moral dan fisik yang ia tanggung selama menjabat. Beliau menekankan bahwa pengabdiannya dilakukan dengan pertaruhan yang besar, kok nama saya dilecehkan.Jalan rusak seperti otaknya kades, Jadi kepala desa itu juga sangat berat, toh nyowo toh pati (pertaruhan nyawa dan kematian).” Jelasnya.
Harapan saya, kedepannya tolong saling menghargai. Kalau memang ada anggarannya dan itu kewenangan desa pasti saya bangun. Kalau tidak ada uangnya atau bukan kewenangan desa lalu mau bagaimana” ungkapnya.
Ia menutup klarifikasi dengan menyatakan kesiapannya untuk di audit jika ada warga yang mencurigai penyalahgunaan dana terkait infrastruktur jalan, bisa kordinasi dengan Pemdes.
Kalau memang itu jalan desa dan dananya ada tapi tidak saya bangun, silakan ingatkan saya, bukan penghinaan dan buly yang dilontarkan.
Kalau ada anggaran, Saya siap membangun, kalau tidak ada anggaran apa saya siap ‘makan nasi kangkung’ (penjara) dan kalau terbukti menyimpang.Tapi masyarakat juga harus paham dan tahu aturan mana yang jadi kewenangan desa dan mana yang bukan,” ucap Putoyo.
Kami pemerintah desa Sumberagung terbuka dan transparan serta sangat memahami kondisi warga, namun demikian dalam proses pembangunan juga diatur dalam peraturan” tutupnya.(HR/Red).












