Bojonegoro, – Konferensi dan Anjangsana Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Baureno digelar lesehan di Wisata Tebing Gupit (WTG) desa Sumuragung kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, Bahas program Gayatri dan koperasi merah putih. Selasa (6/5/2025) pagi.
Kades Sumuragung, H. Matasim berterimakasih atas kehadiran seluruh kepala desa se kecamatan Baureno, Forkompinda Baureno (Camat, Kapolsek, Danramil), Pendamping Desa serta Dinas PMD Bojonegoro.
“Terimakasih, mohon maaf jika kurang berkenan,” ujarnya.
Lanjut Matasim, pihaknya memilih WTG sebagai tempat anjangsana,
Sedangkan, Camat Baureno, Derry Aprilian mengaku bangga dengan kekompakan paguyuban kepala desa se kecamatan Baureno.
“Kami bangga, semoga semakin kompak,” akunya.
Di Anjangsana dan Konferensi Kades ini, berbagai agenda program dibahas, diantaranya sosialisasi program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang merupakan program Presiden RI (Prabowo Subianto).
Di program Kopdes Merah Putih, Pemerintah Desa diminta melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) guna membentuk Kopdes Merah Putih.
“Pemdes segera lakukan Musdessus, untuk pembentukan Kopdes Merah Putih. Dikesempatan ini kami akan jelaskan mekanisme-nya,” ujar Mahmubin, Pendamping Tenaga ahli (TA) PMD Kabupaten Bojonegoro.
Ia menjelaskan, di program Kopdes Merah Putih ini Pemerintah akan membentuk 70-80 koperasi desa guna peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, mewakili kepala Dinas PMD Bojonegoro, Drs. Khamim, MM., Analis Pengembangan SDM menyampaikan, implementasi Perbup 6 2025 terkait Program Gayatri. Program Gayatri adalah singkatan dari Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri, yang diluncurkan oleh Pemkab Bojonegoro.
Program seratus hari kerja Bupati Bojonegoro (Setyo Wahono) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya keluarga pra-sejahtera, melalui usaha peternakan ayam petelur. Menurutnya, Program ini memberikan bantuan berupa ayam petelur, kandang, pakan, dan pendampingan teknis dan Sember dananya dari Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp. 100.000.000,-.
“Targetnya, penurunan kemiskinan dan pengentasan kemiskinan di wilayah desa masing-masing,” terangnya.
Hamim juga menjelaskan teknis pelaksanaan program Gayatri.
“Pedomani Perbup nomor 11 tahun 2025, silahkan memproses dengan Perkades sebelum perubahan, segera penuhi harga sesuai spek dengan berita acara survei di desa masing-masing,” tandasnya.
Karena ini program Bupati, ia meminta agar Camat segera mengeluarkan SK terkait Tim pelaksana Kegiatan program Gayatri. Terkait KPM yang tidak siap, pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk menjawab solusi tersebut.
Sebelumnya, beberapa Kades meminta arahan dari Dinas PMD Bojonegoro terkait proses penyusunan RPJMDesa agar selaras dengan RPJMD kabupaten Bojonegoro, mengenai program Gayatri ini.
“Terkait dampak lingkungan kami harap pemkab memberikan solusi terbaik agar program terlaksana tanpa menimbulkan konflik di masyarakat,” seru Iris Setiawan Hadi, Kades Selorejo.
Konferensi Dinas Kades dan anjangsana berlangsung gayeng (khidmat -red), penuh keakraban, lancar, aman serta terkendali. (Red)












