Foto ilustrasi penolakan warga
BOJONEGORO – Suasana memanas jelang pemilihan kepala desa PAW Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Warga kompak menolak pengumuman daftar bakal calon Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (Kades PAW) yang dilakukan panitia, Sabtu malam (30/5/2026). Aksi walk out dipicu adanya calon Kepala Desa yang berasal dari luar wilayah desa.
Aksi penolakan terjadi saat panitia Pilkades PAW bersiap membacakan daftar pendaftar yang lolos administrasi saat kegiatan rutinitas di jamaah lingkungan RT. Tanpa menunggu pembacaan selesai, puluhan warga langsung meninggalkan lokasi.
“Saat hendak dibacakan daftarnya, kami semua langsung pergi. Banyak warga menyampaikan penolakan tegas terhadap calon dari luar desa. Panitia dan BPD wajib mengutamakan warga lokal untuk mengisi jabatan kepala desa,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pengumuman hasil pendataan Pilkades PAW Desa Wotan dilakukan di lingkungan RT masing-masing setelah selesai kegiatan tahlilan lingkungan, sesuai adat warga setempat yang sudah berlangsung turun-temurun.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan panitia, para bakal calon Kades PAW akan memasuki tahapan ujian tulis dan wawancara pada 4 Juni 2026. Sementara pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 10 Juni 2026 mendatang.
Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat 6 nama mendaftar. Namun hanya 3 orang yang merupakan warga asli Desa Wotan. Tiga lainnya berasal dari luar desa dan kecamatan berbeda di Kabupaten Bojonegoro.
Tuntutan warga jelas, jabatan kepala desa harus diisi putra daerah yang paham kondisi dan persoalan Desa Wotan.
Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara dan BPD Desa Wotan belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga dan tuntutan memprioritaskan calon lokal dalam proses demokrasi di tingkat desa.
Berikut Daftar 6 bakal calon Kades PAW Desa Wotan.
1. Anam Warsito – Warga Desa Wotan
2. Nuky Cahyanti Rahayu – Warga Desa Wotan
3. Sugianto – Warga Desa Wotan
4. Lilis – Warga Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander
5. M. Hestu Widiyastono – Warga Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu
6. Satria Ike Intan Kumala – Warga Desa Mulyoagung, Bojonegoro.(Red)












