Ragam  

Siring Sungai Desa Pejambon Ambrol, Warga Minta Perbaikan Segera

admin
IMG 20260526 WA0068 copy 592x444

BOJONEGORO – Pemasangan batu penahan tebing sungai di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengalami kerusakan parah. Bagian siring di sisi kiri saluran terlihat ambrol dan runtuh ke dasar sungai, meninggalkan struktur yang tidak lagi beraturan dan kehilangan fungsi sebagai penahan tanah.

Kondisi kerusakan terlihat jelas dari susunan batu penyusun siring yang banyak terlepas dan kini mengendap di dasar saluran. Akibatnya, tebing tanah di atas bangunan penahan tidak lagi memiliki perlindungan. Tebing menjadi sangat rawan tergerus air, terutama saat debit sungai meningkat akibat curah hujan tinggi atau saat musim pengairan tiba.

Sementara itu, pada sisi kanan saluran, struktur batu penahan masih berdiri kokoh. Namun bagian atas bangunan sudah banyak ditumbuhi rumput liar dan lumut, menandakan usia bangunan yang sudah cukup tua.

Menurut warga setempat kepada awak media pada Kamis, 28/5/2026, kondisi rusak dan ambrolnya siring sungai tersebut sudah berlangsung lama. Hingga kini belum ada tindak lanjut atau perbaikan dari pihak berwenang.

“Dinas terkait hanya diam saja melihat kondisi ini. Belum ada upaya perbaikan atau penanganan sama sekali, padahal sungai ini merupakan salah satu sarana pendukung utama swasembada pangan bagi para petani di desa kami,” ungkap salah seorang warga.

IMG 20260526 WA0066 copy 539x404

Kerusakan siring dinilai mengganggu fungsi utama saluran air sebagai jalur irigasi yang menopang kebutuhan air bagi ribuan hektare lahan pertanian di sekitar Desa Pejambon dan wilayah sekitarnya. Jika dibiarkan, kerusakan dikhawatirkan akan meluas dan berisiko menimbulkan kerugian lebih besar, baik bagi infrastruktur maupun hasil pertanian warga.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah dan dinas teknis terkait segera turun tangan merencanakan perbaikan. Mengingat tingkat kerusakan yang sudah parah, penanganan dianggap perlu dilakukan secepat mungkin guna mencegah dampak buruk yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari dinas terkait di Kabupaten Bojonegoro mengenai rencana penanganan dan perbaikan di lokasi tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan