Rehab SDN Pesen Kanor Abaikan Keselamatan, Tanpa Sekat Siswa Belajar ditengah Puing Dan Tajamnya Paku

admin
IMG20260806102946 copy 630x472

BOJONEGORO – Proyek rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Pesen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, berjalan di tengah jam pelajaran. Ironisnya, area pekerjaan dibiarkan terbuka lebar tanpa sekat pengaman yang memisahkan siswa dengan lokasi pembongkaran dan pembangunan.

Berdasarkan papan informasi proyek, anggaran pekerjaan ini sebesar Rp399.360.628 bersumber dari APBD 2026. Pelaksana proyek adalah CV. Sanjaya Abadi dengan konsultan pengawas CV. Sinar Akbar Konsultan. Kamis, 6/8/2026.

Di papan proyek itu juga tertulis “Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Namun kondisi di lapangan jauh bertolak belakang.

Pantauan awak media di lokasi, halaman sekolah masih dipenuhi tumpukan pasir, kerikil, puing batu, serpihan kayu, dan paku-paku yang berserakan. Tanpa pagar pembatas yang kokoh, siswa berisiko tinggi terinjak paku, terluka puing, atau terkena material yang jatuh dari bangunan yang sedang dibongkar.

Kondisi di dalam bangunan yang direnovasi juga memprihatinkan. Pekerja tidak terlihat mengenakan Alat Pelindung Diri `APD` yang memadai. Perancah hanya bertumpu pada batang bambu yang disusun sederhana, tanpa pengaman sisi maupun pelindung jatuh. Sebagian atap bangunan sudah terbuka, membahayakan siapa saja yang berada di bawahnya.

Warga sekitar, “Ahmad”, menyayangkan pelaksanaan proyek yang tidak mengutamakan keselamatan.

“Ini sangat membahayakan anak-anak sekolah. Sekolah itu tempat belajar, bukan tempat proyek tanpa pengaman. Kalau ada siswa terinjak paku atau ketimpa material siapa yang tanggung jawab? Seharusnya ada sekat dan rambu yang jelas sejak hari pertama,” ujar Ahmad.

Proyek yang dilaksanakan di lingkungan sekolah semestinya menerapkan standar keamanan ekstra ketat. Sekat pengaman wajib dipasang sejak awal agar tidak ada percampuran antara area kerja dengan area aktivitas siswa. Konsultan pengawas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro diduga melalaikan fungsi pengawasan.

Saat dikonfirmasi terkait pengawas lapangan ada tidak, salah satu pekerja menjawab tidak tahu.

“Saya baru ikut kerja,” ucapnya singkat.

Masyarakat meminta pihak berwenang segera turun tangan. Sekat pengaman harus segera dipasang, area berbahaya dibersihkan dari puing dan paku, serta standar keselamatan kerja wajib ditegakkan. Keselamatan siswa dan warga sekolah tidak boleh dikorbankan demi mengejar target penyelesaian proyek.

Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih menunggu konfirmasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro selaku penanggung jawab proyek tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan