Ragam  

Luapan Sungai di Wilayah Kepohbaru Rendam Sawah dan Jalan Raya, Warga Berharap Ada Solusi 

admin
Img20250512101541 copy 855x641

Bojonegoro, – Hujan deras yang terus mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro menyebabkan banjir dan merendam sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kepohbaru, hingga saat ini Pemkab Bojonegoro belum bisa mencari solusi dan penanganan, pada Senin (12/5/2025).

Luapan air sungai sehabis hujan deras mengakibatkan sungai di wilayah kecamatan Kepohbaru yang tidak bisa menampung debit air yang membuat air meluap yang mengakibatkan banjir di beberapa Desa di Kecamatan Kepohbaru.

Dari pantauan awak media, banjir yang merendam di beberapa wilayah Kecamatan Kepohbaru diantaranya di Desa woro, Desa Bumirejo dan Desa Tlogorejo.

Meskipun banjir menghambat aktivitas warga, sebagian masyarakat memanfaatkan situasi ini sebagai tempat bermain, terutama anak-anak dan remaja yang terlihat berenang di genangan air.

Susi (30), warga yang melihat keadaan banjir di lokasi Desa Tlogorejo mengungkapkan bahwa banjir seperti ini sudah langganan tak pernah ada solusinya, saya kesini menemani anak saya yang ikut berenang bersama teman teman.

“Saya temani anak saya berenang sama teman-temannya, jadi kita ikut juga, soalnya anak-anak perlu kita awasi juga,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa anak tampak menikmati banjir dengan bermain air, sedangkan sebagian warga lainnya memilih untuk tetap di rumah guna menghindari genangan yang di takutkan bisa masuk rumah karena air sungai semakin meluap “semakin tinggi.

 Di sisi lain, warga lainnya bernama pak Slamet (54), mengaku kesulitan menjalani aktivitas akibat kondisi ini. Banjir ini sangat mengganggu, kami berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berserta OPD Utuk benar benar serius untuk mencari solusi seperti yang pernah di sampaikan oleh pak bupati Bojonegoro.

“segera mencari solusi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang yang menjadi hiburan musiman ( musim penghujan)” ungkapnya.

Menurutnya, banjir bisa menimbulkan kekhawatiran akan berbagai masalah kesehatan. Air yang menggenang dalam waktu lama berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya penyakit, terutama jika bercampur dengan limbah rumah tangga.

 Ia berharap solusi jangka panjang dapat segera ditemukan agar banjir yang kerap melanda di wilayah kecamatan Kepohbaru tidak lagi menjadi masalah musiman.

Ia juga menjelaskan bahwa banjir ini di sebabkan tanggul sungai tidak bisa menampung debit air,”  bila sungai ada normalisasi dan tanggul sungai di fungsikan sebenarnya  air tidak sampai meluap.

Sementara itu, Suwarso yang baru melihat sawahnya yang kebanjiran memperkirakan banjir ini akan terus meluas, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi,” ujarnya.(*).

Tinggalkan Balasan