Proyek SPAM Prayungan Rp351 Juta Disorot: Finishing Asal Jadi, Dinas Harus Evaluasi

admin
IMG 20260916 WA0028

BOJONEGORO – Proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 senilai Rp351.087.000 itu diduga belum tuntas secara maksimal dan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu 16/9/2026, kondisi bangunan menara air dan instalasi perpipaan terlihat belum rapi. Permukaan bangunan tidak rata, pengecatan tidak merata, dan masih banyak bagian yang bergelombang serta belum difinishing. Terdapat pula celah pada sambungan pemasangan dinding bata ringan serta detail pekerjaan yang seharusnya rapi namun terkesan asal jadi.

Papan informasi proyek menyebutkan pekerjaan tersebut bernama “Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan Hippam Tirta Sejati Desa Prayungan”. Kontraktor pelaksana CV. Wahana Bima Sakti dan konsultan pengawas CV. Azka Engineering dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.

Sejumlah warga yang meminta namanya tidak disebutkan menyampaikan kekhawatiran terhadap kualitas bangunan tersebut.

“Anggaran sudah keluar, papan nama sudah terpasang, tapi hasil kerjanya kok begini? Banyak yang belum selesai, permukaannya tidak rata, sepertinya belum sesuai dengan yang dijanjikan di kontrak,” ungkap salah satu warga.

Warga juga mempertanyakan peran konsultan pengawas yang seharusnya memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis.

“Kalau seperti ini hasilnya, apakah pengawasan benar-benar berjalan? Jangan sampai uang rakyat habis, tapi kualitas tidak terjamin,” tambahnya.

Aktivis publik Ahmad turut menyoroti temuan di lapangan. Ia menilai pekerjaan perapian tidak dilakukan oleh rekanan.

“Seharusnya itu dirapikan. Masa pekerjaan dari dinas kok seperti itu. Kalau saya amati, pihak rekanan tidak melakukan pekerjaan perapian. Tidak ada acian atau dalam bahasa proyek benangan kolom. Juga masih terlihat lubang pada pemasangan dinding di ruangan pertama. Masak pekerjaan seperti ini pihak dinas terkait sudah menerima? Kalau ini diterima dinas, berarti dinas sendiri tidak paham terhadap proyek yang dikerjakannya,” ujar Ahmad.

Ia khawatir jika pola seperti ini dibiarkan, anggaran terserap namun mutu tidak terjamin.

“Kalau semua pekerjaan tidak di awasi dengan serius’ ya amburadul semu, Anggaran terserap, mutu kualitas tidak terjamin.”

Ia berharap Bupati Bojonegoro bertindak tegas mengevaluasi semua kinerja OPD dinas terkait, yang tidak bisa menjalankan tugas fungsi pengawasan dengan baik,” tegasnya.

Proyek SPAM ini menjadi kebutuhan dasar warga Desa Prayungan untuk akses air bersih. Jika tidak segera diselesaikan sesuai standar, dikhawatirkan manfaatnya tidak akan optimal bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro belum memberikan tanggapan terkait temuan di lapangan.

Warga berharap instansi terkait segera turun ke lokasi, mengevaluasi kualitas pekerjaan, dan memastikan proyek diselesaikan sesuai kontrak serta dapat bermanfaat maksimal bagi masyarakat Desa Prayungan. (Red)

Tinggalkan Balasan