BOJONEGORO – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus digenjot Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui penguatan sarana pertanian agar petani bisa mengolah lahan lebih cepat, efektif, dan efisien.
Langkah itu diwujudkan melalui pembinaan sekaligus penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian Alsintan Pra-Panen kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani Gapoktan.
Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 itu diserahkan langsung Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKPP Kabupaten Bojonegoro, Kamis, 20/8/2026.
Sebanyak 12 kelompok tani menerima bantuan alsintan pra-panen. Rinciannya:
1. 5 unit handtraktor singkal untuk 5 Poktan
2. 5 unit handtraktor rotary untuk 5 Poktan
3. 2 unit cultivator untuk 2 Poktan
Wakil Bupati Nurul Azizah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam proses pengolahan lahan.
“Keberadaan alsintan diharapkan mampu meringankan pekerjaan petani sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan pertanian,” ujarnya.
Nurul menegaskan bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai alat.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai alat, tetapi sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Mari kita manfaatkan dan rawat dengan sebaik-baiknya,” kata Nurul.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian. Salah satunya melalui forum diskusi antar kecamatan.
“Kita sinergikan masing-masing kecamatan untuk jagong bareng, berdiskusi bersama, melihat persoalan yang ada di lapangan, dan mencari solusi bersama. Dengan komunikasi yang baik, saya yakin berbagai persoalan pertanian bisa kita hadapi,” jelasnya.
Wabup mengingatkan alsintan harus digunakan secara optimal, dirawat dengan baik, dan bila memungkinkan dimanfaatkan secara bersama agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai hanya menjadi barang, tetapi harus digunakan, dirawat, dan dimanfaatkan bersama untuk mendukung kesejahteraan petani,” tambahnya.
Pemkab Bojonegoro menempatkan sektor pertanian sebagai bagian penting menjaga ketahanan pangan daerah. Dukungan sarana, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan koordinasi menjadi strategi mendorong pertanian lebih produktif.
Dengan tambahan alsintan ini, petani diharapkan semakin terbantu dalam tahapan pra-panen. Pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan mempercepat pekerjaan lahan, menekan biaya dan tenaga, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarpetani di Bojonegoro. (Red)












