Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan ke 99 Poktan dan Gapoktan, Perkuat Ketahanan Pangan

admin
IMG 20260722 WA0044

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana perlindungan tanaman kepada 99 Kelompok Tani Poktan dan Gabungan Kelompok Tani Gapoktan se-Kabupaten Bojonegoro.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam kegiatan Pembinaan sekaligus Penyerahan Bantuan Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKPP, Rabu 22 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Bojonegoro mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian melalui kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Bojonegoro, para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian BPP, penyuluh lapangan, serta ketua Poktan dan Gapoktan penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menyalurkan 4 jenis bantuan strategis untuk memperkuat produktivitas dan perlindungan petani:

1. Irigasi Perpompaan,’ bersumber APBN untuk meningkatkan ketersediaan air di lahan pertanian saat musim kemarau.

2. Premi Asuransi Usaha Tani Padi AUTP,’ dari APBD Kabupaten Bojonegoro dan APBD Provinsi Jawa Timur. Program ini melindungi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan OPT.

3. Pupuk NPK non-subsidi,’ dari APBD Kabupaten Bojonegoro bagi petani tembakau untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

4. Alat dan Mesin Pertanian Alsintan,’ berupa Combine Harvester besar dan traktor roda empat dari APBN untuk mempercepat pengolahan lahan hingga panen dan menekan biaya produksi.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengingatkan agar seluruh bantuan dimanfaatkan optimal dan dirawat dengan baik.

“Bantuan dari pemerintah ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat bersama, serta dikelola secara rukun agar memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggota kelompok tani,” ujar Setyo Wahono.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan antara Gapoktan, DKPP, dan penyuluh pertanian dalam mengelola bantuan. Menurutnya, sinergi itu menjadi kunci mewujudkan Bojonegoro sebagai lumbung pangan.

“Kita ingin Bojonegoro tidak hanya menjadi lumbung pangan bagi Jawa Timur, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyebut Pemkab terus memperkuat infrastruktur sumber daya air melalui pembangunan embung di berbagai wilayah. Tujuannya agar kebutuhan air irigasi terpenuhi sepanjang musim tanam.

“Kami akan terus memaksimalkan pembangunan embung dan pengelolaan sumber air. Harapannya, saat musim tanam tiba, petani tidak lagi menghadapi persoalan kekurangan air sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan