TP PKK Bojonegoro Dorong Gerakan Makan Ikan Untuk Tekan Stunting Di Panemon

admin
IMG 20260901 WA00012 768x420

BOJONEGORO – Gerakan makan ikan terus didorong Pemkab Bojonegoro sebagai langkah strategis memperkuat pemenuhan gizi masyarakat. Protein hewani dari ikan dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan prevalensi stunting.

Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Forikan Cantika Wahono, saat menghadiri Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Gemarikan di Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Senin 31/8/2026.

Kegiatan yang digelar Pemkab melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Disnakkan itu dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial paket Gemarikan kepada ibu hamil dan balita.

Sebanyak 200 penerima mendapatkan paket Gemarikan di Desa Panemon. Rinciannya: 167 balita, 7 ibu hamil, dan sisanya dari kelompok sasaran kegiatan.

Cantika menegaskan gerakan makan ikan tidak boleh berhenti di level kampanye. Konsumsi ikan perlu menjadi kebiasaan keluarga agar manfaatnya terasa jangka panjang.

Terlebih pemenuhan gizi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga periode 1000 Hari Pertama Kehidupan HPK.

“Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat kaya akan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui peran PKK dan Forikan, kita ingin memastikan kebiasaan makan ikan dimulai dari tingkat keluarga, khususnya untuk mengawal 1000 hari pertama kehidupan generasi penerus kita,” ujar Cantika.

Cantika menyampaikan 4 hal penting dalam mendorong konsumsi ikan:

1. Kebijakan Terukur: Program harus berdampak langsung pada penurunan stunting, peningkatan kesehatan, dan IPM.

2. Target Konsumsi Ditingkatkan: Edukasi dan sosialisasi dilakukan konsisten agar ikan jadi menu harian keluarga.

3. Instrumen Cegah Stunting: Dengan prevalensi stunting Bojonegoro saat ini 10%, peningkatan asupan protein hewani diharapkan mempercepat penurunan angka tersebut.

4. Dibiasakan di Keluarga: Sajian ikan tidak hanya saat ada program, tapi menjadi menu akrab di meja makan.

Selain pemenuhan gizi, Gemarikan juga diarahkan memperkenalkan beragam olahan berbahan baku ikan. Langkah ini membuka peluang UMKM sektor pengolahan perikanan.

“Dengan demikian, gerakan makan ikan diharapkan tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu memberikan efek ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Pemkab Bojonegoro terus mendorong keterlibatan keluarga, kader PKK, Forikan, dan berbagai pihak agar budaya makan ikan semakin kuat dan menjadi bagian pola hidup sehat. (Red)

Tinggalkan Balasan