BOJONEGORO – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo diisi dengan cara berbeda. Warga RT 09 dan RT 10 menghelat acara peringatan dengan mengusung tema “Guyup Rukun”, pelestarian kesenian tradisional, sekaligus menghidupkan UMKM lokal, Senin 31/8/2026, malam
Berbeda dari lomba 17-an pada umumnya, warga memilih menghidupkan seni budaya sebagai wujud syukur sekaligus menjaga warisan leluhur.
Panggung megah yang disiapkan dipadati warga dari berbagai kalangan. Acara semakin meriah dengan penampilan seni oklik Lageng Laras dari Desa NgupakDalem, Kecamatan Ndander. Suasana hangat tercipta dari kebersamaan warga yang memadati lokasi.
Selain hiburan seni, kegiatan ini juga menjadi ajang menggerakkan ekonomi warga. Sejumlah UMKM lokal turut meramaikan, mulai dari warung kopi, gorengan, hingga aneka jajanan khas desa. Warga bisa menikmati sajian sambil menonton pertunjukan.
Kepala Desa Wotan yang baru dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda dan warga RT 09 dan RT 10 atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Warga Laut itu luar biasa dan berbeda dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Sumberrejo. Untuk kegiatan ke depan, terutama di kepemudaan, saya harap mau berpartisipasi dalam organisasi karangan taruna ada regenerasi,” ujarnya.
Kades juga menyampaikan informasi terkait rencana pemerintah desa.
“Dalam waktu dekat pemerintahan desa akan melaksanakan lelang tanah terbuka. Barangkali bapak ibu sekalian mau berpartisipasi untuk mengikuti lelang tersebut,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat merekatkan warga dan mendukung pemerintahan desa.
“Saya harap ini menjadi kegiatan yang positif, dapat merekatkan kita sebagai sesama warga desa, dapat mendukung pemerintahan desa, dapat mewujudkan desa yang rukun, guyub, adem ayem. Selamat menikmati, semoga ini dapat menghibur bapak ibu sekalian dan menumbuhkan rasa bangga pada budaya nenek moyang,” pungkasnya.
Salah satu warga, Bambang, mengapresiasi inisiatif pelestarian budaya ini. Menurutnya, kesenian tradisional adalah identitas bangsa yang wajib dijaga.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus. Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tapi sekaligus melestarikan budaya nenek moyang kita agar tidak punah. Semoga ke depannya kesenian Oklit Lageng Laras Ngupak Dalem ini semakin dikenal dan digemari generasi muda,” ujar Bambang.
Ia juga berharap Bojonegoro semakin maju namun tetap memegang teguh kearifan lokal.
“Harapan kami untuk Bojonegoro, semoga semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan budaya daerah tetap menjadi kebanggaan kita semua di tengah perkembangan zaman. Mari kita jaga kerukunan dan terus bergotong royong membangun Bojonegoro yang berdaulat, adil, dan makmur,” pesannya.
Kegiatan ini membuktikan semangat kemerdekaan tidak hanya sebatas seremoni. Pelestarian budaya, penguatan kerukunan, dan pemberdayaan UMKM menjadi modal sosial untuk membangun desa yang lebih baik. (Red)












