BOJONEGORO, – Dunia Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro kembali tercoreng oleh insiden dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh Oknum Guru terhadap anak didik di SMKN 2 Bojonegoro.
Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi, 2 Juni 2025 tersebut sempat mengundang perhatian publik, meski sudah di selesaikan dengan secara kekeluargaan, di harapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro harus bisa memberikan tindakan tegas terhadap Oknum guru yang arogan.
Berdasarkan hasil penelusuran tim awak media, kejadian bermula saat pelaksanaan kegiatan rutin upacara bendera di halaman sekolah yang dimulai setiap hari Senin Pukul 07.30 WIB. Saat itu, siswa berinisial OLD, duduk bersama seorang temannya di saat pelaksanaan upacara sebelum kegiatan dimulai.
Beberapa saat kemudian, seorang Oknum guru berinisial MZK datang dan diduga langsung menampar pipi kanan sisiwa (OLD) tanpa memberikan peringatan atau teguran terlebih dahulu.
Akibat dari tindakan tersebut, korban merasa kesakitan dan mengaku telinganya berdengung.
OLD yang merasa tidak nyaman, setelah kejadian, kemudian OLD menceritakan kejadian tersebut kepada kedua orang tuanya.
Mendengar laporan dari sang anak, pihak keluarga tidak tinggal diam dan langsung mendatangi pihak sekolah. Dan saat musyawarah ditingkat Sekolah, kedua belah sepakat diselesaikan secara Kekeluargaan,
Setelah adanya mediasi antara pihak orang tua siswa, guru bersangkutan, dan pihak sekolah, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Guru berinisial MZK telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Pihak keluarga pun memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum, dengan pertimbangan bahwa penyelesaian damai dianggap lebih baik demi menjaga kondusivitas lingkungan sekolah dan masa depan pendidikan siswa.
Perwakilan dari Kepala SMKN 2 Bojonegoro menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa pihak sekolah akan melakukan evaluasi internal serta memberikan pembinaan terhadap seluruh tenaga pendidik.
“Kami menyesalkan insiden ini dan sudah menyelesaikannya secara kekeluargaan. Kami akan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 2 Bojonegoro.
Catatan Penting bagi Dunia Pendidikan: Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pendekatan edukatif dan humanis lebih diutamakan dalam membina siswa. Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, termasuk yang terjadi di lingkungan pendidikan, tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani dengan bijak serta profesional, ( Red)
Reporter, Muklasin.






