BOJONEGORO – Kodim 0813 Bojonegoro kembali menggelar Kegiatan Peningkatan Kemampuan (Katpuan) Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Ahmad Yani Makodim setempat, Kamis (24/9/2026).
Agenda rutin tahunan ini diselenggarakan untuk menggembleng para Babinsa dan personel teritorial jajaran Kodim 0813 Bojonegoro agar makin responsif serta profesional dalam mengawal wilayah binaan.
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasdim Mayor Inf Marwoko Suwandono menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai pembekalan nyata bagi prajurit di lapangan.
Menurutnya, penguatan kapasitas ini bermuara pada efektivitas peran TNI AD dalam memberdayakan wilayah pertahanan darat melalui Pembinaan Teritorial (Binter).
“Setiap Apkowil wajib memahami bagaimana caranya agar kehadiran kita senantiasa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.
Dengan mengusung tema “Melalui Kegiatan Peningkatan Kemampuan Apkowil Tersebar Kita Bangun Aparat Komando Kewilayahan yang Unggul, Modern dan Humanis dalam Mendukung Terwujudnya Pembinaan Teritorial yang Berkualitas”, pelatihan kali ini dirancang relevan dengan dinamika lapangan.
Ratusan peserta yang terdiri dari para Danramil, Bati Tuud, dan Babinsa Koramil jajaran Kodim 0813 Bojonegoro dibekali serangkaian materi teknis dan taktis teritorial.
Materi utama meliputi Sikap Teritorial, Lima Kemampuan Teritorial, Santi Aji, Sisrendal Binter, serta Ketatalaksanaan Binter. Selain itu, ada materi pengayaan berupa pembekalan khusus dari dinas terkait yang disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi sosial masyarakat terkini.
Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto berharap seluruh materi yang diserap tidak sekadar menjadi teori, melainkan langsung diterapkan saat bertugas di desa binaan masing-masing.
Langkah ini sangat penting untuk menciptakan Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh.
Menutup amanatnya, Dandim 0813 Bojonegoro mengingatkan seluruh prajurit untuk tidak lengah saat menjalankan tugas pembinaan di tengah masyarakat.
“Selalu prioritaskan keselamatan diri dan materiel dalam setiap pergerakan. Tetap peka dan responsif terhadap setiap dinamika serta perkembangan situasi yang terjadi di wilayah,” pungkasnya.(Red)












